Masyarakat Diharapkan Memahami Fungsi LAPAS

LAPAS Wamena

Wamena-LAPAS Wamena memiliki kapasitas 114 orang, penghuni kini ada 63 orang narapidana dan tahanan, 1 diantaranya perempuan.

7 diantaranya adalah narapidana kasus politik yakni Kanuis Murib, Depenus Wenda, Oscar Holago, Meki Eloak, Wike Meaga, Obeth Kosay  dan Yusanur Wenda dengan masa pidana 8 tahun, 14 tahun, 17 tahun dan 20 tahun.

Selebihnya kasus pidana murni dengan kategori kasus pencurian, penganiayaan, KDRT, perjudian dan pembunuhan.

Pihak LAPAS mengakui mengalami kesulitan untuk melakukan pembinaan kepada penghuni LAPAS termasuk dengan para pengunjung. Misalnya untuk pengunjung diminta untuk menunjukkan  kartu identitas tapi hampir sebagian besar keluarga yang mengunjungi tidak punya KTP.

“Setiap datang kami ingatkan, kami ijinkan masuk, besoknya datang lagi dengan kondisi yang sama tapi kalau tidak kita layani nanti menjadi masalah juga,” Ujar Kalapas Klas II B Wamena, Drs. Bergman Tambun di ruang kerjanya saat ditemui AlDP Online.(08/08/2012).

Menurutnya masyarakat kurang memahami bahwa LAPAS hanya merupakan tempat melaksanakan eksekusi putusan hakim yang dimulai dari proses hukum di tingkat kepolisian.

“Kadang mereka mengadu misalnya sudah mengeluarkan uang tapi tetap diputus bersalah, kemudian kami disalahkan.Saya jelaskan itu bahwa kami tidak berwenang di tingkat itu ,sebab bukan kami yang mengadili”.

Cara lain yang digunakan oleh pihak LAPAS adalah membangun komunikasi dengan penghuninya, terutama penghuni yang baru masuk.” Kami mendiskusikan kasus mereka, masa hukuman yang dijalani dan asal keluarga mereka, ” Ujar kalapas.(Tim/AlDP).