Masyarakat Berharap Dialog Segera Dilakukan

Masyarakat Berharap Dialog Segera Dilakukan

Forum Kajian Papua Tanah Damai di Kota Sorong, Papua Barat

Sorong – Jaringan Damai Papua (JDP) yang bekerja untuk dialog Jakarta Papua,  diharapkan kuat dan kokoh.

Apalagi kini gagasan dialog semakin gencar diperdebatkan oleh berbagai pihak. “Jangan sampai jembatan rapuh dan tidak dapat digunakan lagi,” kata Fatimah, tokoh perempuan Sulawesi Selatan di Kota Sorong dalam acara Forum Kajian Indikator Papua Tanah Damai untuk komunitas strategis (pendatang)  di Kota Sorong, Sabtu pekan lalu.

Fatimah sepakat untuk segera dilakukan dialog. “Kami berharap agar orang Papua menjadi tuan di negerinya sendiri,” katanya.

Menurut dia, hasil rumusan Indikator Papua Tanah Damai hanya bisa dilaksanakan bila  ada kesadaran dari masyarakat Papua, pendatang dan pemerintah yang bekerja saling sinergis.

Menanggapi itu, Ola, seorang awak media mengatakan dialog tidak perlu terburu-buru atau tergesa-gesa.  “Kalau orang Papua mau minta merdeka tapi kalau benar tentu ada ada jalurnya, kalaupun tetap dengan NKRI harus ada alasannya kenapa. Sampai sekarang ada orang Papua yang tidak punya los tapi masih sangat cinta NKRI tapi mereka kurang diperhatikan,” ujarnya.

Dialog lanjut dia, seharusnya menjadi satu tolak ukur, jangan menggunakan kekerasan. “Siapapun pasti tidak akan menerima kalau kekerasan itu terjadi pada diri mereka sendiri,” tambah Yudi dari Media.

Baginya, dialog sejatinya dilaksanakan dengan tenang dan berjalan baik. “Saya kira, kami yang hidup di Papua dan semua orang sama-sama harus merasa nyaman. Dialog bisa segera direalisasikan, maka tidak ada perpecahan lagi.”

Peserta Forum sependapat bahwa dialog adalah salah satu cara untuk membangun pemahaman bersama antara pemerintah dengan orang Papua dan antara Papua dengan penduduk Papua pada umumnya. (Tim/AlDP)