Masyarakat Berharap Ada Bintara Polisi Otsus Lagi
Anak-anak di Tarfia Distrik Demta

Masyarakat Berharap Ada Bintara Polisi Otsus Lagi

Pertemuan Casis Bintara Polri yang tidak lulus dengan Komisi A DPRP

Jayapura – Menindaklanjuti keluhan anak-anak Papua yang tidak lulus mengikuti seleksi Bintara Polri di Polda Papua tahun 2012, DPRP telah melayangkan surat kepada kapolri untuk mempertanyakan hal tersebut. Bahkan Wakil ketua DPRP Yunus Wonda telah mengambil inisiatif untuk bertemu kapolri di Jakarta.

Pada saat pertemuan antara Komisi A DPRP dan anak-anak Papua, Ketua Komisi A DPRP Ruben Magai S.IP sempat melakukan pembicaraan via telepon dengan Yunus Wonda dan menghidupkan speaker sehingga dapat didengar oleh peserta pertemuan.(30/07/2012)

Yunus Wonda mengatakan bahwa dirinya sudah berusaha untuk bertemu dengan kapolri, “Sudah empat hari ini saya mencoba untuk bertemu namun belum dapat kesempatan” katanya.

Mendengar informasi tersebut, terlihat wajah penuh kecewa  dari anak-anak Papua dan orang tua mereka.

Sambil menunggu digelarnya pertemuan antara Yunus Wonda dengan kapolri, Wakil ketua Komisi A Yanni SH, Anggota DPD Prov Papua Paulus Sumino dan salah satu anggota Komisi A Nathaniel Kobepa menuju Polda untuk bertemu Kapolda.

Ruben mengatakan bahwa kejadian ini makin menegaskan bahwa meskipun kebijakan Otsus ada di Papua namun tetap tidak memihak orang asli Papua.

Perwakilan orang tua dan anak-anak yang tidak lulus rencana akan tetap menunggu di Komisi A DPRP sampai mendapatkan jawaban mengenai keinginan mereka.

Mereka berharap ada kebijakan dari pemerintah provinsi Papua untuk merekrut polisi Papua seperti di tahun 2008. ”Tolong buat lagi seperti waktu itu supaya dana Otsus yang bantu anak-anak kami,” pinta mereka.

Kala itu telah direkrut polisi dengan menggunakan dana Otsus sebanyak 1500 orang. Adapun criteria anak Papua adalah semua anak yang lahir di Tanah Papua. Pendidikan dilakukan di 3 kota di luar Papua yakni Mojokerto, Porwokerto dan Denpasar.(Tim/AlDP).

  • yosua jekson wambrauw

    yah benar sekali, kami anak papua sangat membutuhkannya polisi otsus,
    dan kapan penerimaan otsus tersebut.