Berita

Masyarakat Arso : Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Lokasi Penembakan Keerom

Arso-Meskipun penembakan terhadap kepala kampung Sawiyatami sudah lebih dari 2 pekan namun situasi di kabupaten Keerom, khususnya Arso masih terasa agak tegang. Patroli pasukan TNI sesekali masih melintasi kampung-kampung. Arso Kota dan sekitarnya, ketika mulai malam jauh lebih sepi seperti tidak biasanya.

Mengantisipasi adanya warga yang ketakutan dan mengungsi serta meluaskan gangguan keamanan di Kabupaten Keerom, pihak Gereja,pemerintah dan masyarakat sudah membuat pernyataan sikap(10/07/2012).

Intinya menolak segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh siapapun dan atas alasan apapun karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan agama secara universal.

Selain itu mengajak semua pihak untuk mengedepankan nilai-nilai agama,toleransi, saling menghargai, pengakuan dan menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dalam setiap penyelesaian masalah.

Dari pantauan AlDP Online di lapangan,Arso Kota dan Kampung Sawiyatami, masyarakat masih jarang keluar rumah,” sejak peristiwa 1 juli kami takut keluar rumah, takut kena tembak,” demikian pengakuan seorang warga di Kampung Sawiyatami usai mengikuti ibadah hari minggu.(15/07/2012).

Sebelumnya ada beberapa warga yang sempat mengungsi ke kampung tua dan kini sudah balik ke kampung mereka, ”Mengungsi karena takut juga ditembak, takut ada yang tiba-tiba datang ke rumah dan tembak,” Ujarnya lagi.

Dari Arso Kota ke kampung Sawiyatami hanya sekitar 15 menit, kini jalan terasa lebih sepi dari biasanya. Nampak masih ada police line di tempat ditemukannya jenazah kepala kampung Sawiyatami yang tewas tertembak.

Tak jauh dari situ hanya sekitar 20 meter ada bukit kecil yang diinformasikan menjadi tempat terjadinya kontak senjata antara pihak TNI dan TPN/OPM beberapa menit setelah terjadi penembakan terhadap kepala Kampung Sawiyatami.(Tim/AlDP).