Marthen Marian Katakan Lengannya Dipotong, Penyidik Mengatakan Tidak

Marthen Marian Katakan Lengannya Dipotong, Penyidik Mengatakan Tidak

Wamena-Saksi verbalisan yang memeriksa Marthen Marian, salah satu terdakwa pembuatan bom Molotov dan boikot Pilpres dari Wara Pisugi adalah Brigpol Endy.

Dirinya mengatakan bahwa saat memeriksa Marthen, dilakukan di ruang administrasi

Menurutnya terdakwa dalam keadaan sehat. Awalnya terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit namun akhirnya dapat diungkapkan keterlibatan terdakwa

Bahwa di dalam ruangan ada anggota polisi yang keluar masuk.

Bahwa tidak ada ancaman atau kekerasan. Terdakwa tidak dipukul, Saksipun saat memeriksa tidak membawa senjata.

Namun saksi tidak tahu kalau ada yang memukul terdakwa karena saksi sempat keluar ruangan.

“Saksi yang memukul saya,” Ujar terdakwa Marthen Marian saat diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk memberikan tanggapannya atas keterangan saksi.

“Barang Bukti yang ada di atas meja seperti panah dipakai untuk memukul badan saya sampai panah patah-patah,” terangnya lagi

“Saya disuruh buka baju dan terdakwa potong lengan saya dengan parang yang ada di atas meja,” Ujar terdakwa lagi sambil menunjukan luka di lengan kirinya.

Terdakwa juga menambahkan bahwa selain saksi, ada juga  anggota polisi yang lain datang masuk ruangan dan memukul terdakwa dengan senjata. Ada anggota yang datang pakai sarung tangan yang di kelilingi  besi kemudian memukul terdakwa.

Saat majelis hakim menanyakan apakah kejadian tersebut saat penangkapan atau pemeriksaan di dalam ruangan, terdakwa dengan tegas mengatakan kejadian tersebut di dalam ruangan pemeriksaan.

Namun saksi verbalisan brigpol Endy tetap pada keterangannya bahwa tidak ada ancaman atau tindakan fisik lainnya yang dilakukan terhadap terdakwa. Baik Saksi maupun terdakwa tetap pada keterangan masing-masing.(Tim/AlDP)