Marinus Yaung : Dialog Dulu Baru Otsus Plus

Marinus Yaung : Dialog Dulu Baru Otsus Plus

Jayapura-Damai itu usaha dan harus diperjuangkan,” ujar Marinus Yaung S.I.P akademisi dari Universitas Cenderawasih saat menjadi pembicara pada Launching buku “Menuju Papua tanah Damai : Perspektif Non Papua yang diselenggarakan oleh AlDP di Resto Rempah-Rempah Abepura(27/07/2013). Katanya, untuk mencapai kedamaian ada banyak pilihan, “dialog adalah pilihan kita,” tegasnya. Banyaknya pandangan yang berbeda justru perlu dirangkul. Kemudian Yaung memberikan catatan khusus, misalnya mengenai defenisi korban, selain orang Papua, ada juga orang dari non Papua yang menjadi korban. “ Hari ini ada orang non Papua yang menjadi korban akibat dari kejahatan masa lalu yang dilakukan oleh orang non Papua lainnya”. Dirinya menilai gagasan dialog masih perlu disosialisasikan secara lebih meluas terutama di kalangan pemerintah daerah. “Pemerintah daerah tidak punya kemauan yang kuat untuk mendorong dan menciptakan dialog”. Apalagi dalam suasana sosilisasi untuk UU Otsus Plus, Yaung menegaskan bahwa,”Seharusnya dialog dulu, Otsus Plus stop dulu”. Satu catatan terakhir yang disampaikan Yaung, bahwa orang Papua belum satu paham, masing-masing masih mencari keuntungannya sendiri. “Di waktu yang sama, masih banyak elit di Jakarta yang belum mau damai, dengan keadaan yang demikian konflik di Papua terus diciptakan dan dipelihara”.(Tim/AlDP).