Malas Mengajar, Gaji Guru Dibayar Manual

Bupati Merauke, Romanus Mbaraka di Distrik Tubang

Merauke – Bupati Kabupaten Merauke Romanus Mbaraka mengatakan, pembayaran gaji guru kini tidak lagi ditransfer melalui rekening bank. Pembayaran dilakukan manual di tempat tugas masing-masing.

Menurut Mbaraka, selama ini para guru selalu beralasan ke kota mengambil gaji di bank. Namun, ketika telah mendapat gaji, mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan di kota. “Sehingga kegiatan belajar mengajar di kampung tidak berjalan. Nah, yang menjadi persoalan, anak-anak tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu,” kata Mbaraka, belum lama ini.

Untuk mekanisme pembayaran, kata Romanus, nantinya akan ada pengawas yang mengantar langsung ke distrik dan kampung-kampung. Mereka menemui secara langsung para guru dan membayar gaji.

“Ini saya lakukan agar guru betah tinggal di kampung. Kalau gajinya ditransfer melalui bank, otomatis banyak alasan yang diberikan dengan turun ke kota,” katanya. Ia menambahkan, mulai bulan Oktober ini, pemberlakuan pengambilan gaji secara manual diterapkan.

Dari pembayaran tersebut, akan ketahuan guru mana saja yang benar-benar ada di kampung untuk menjalankan tugas. Bagi yang tidak di kampung, gajinya akan dikembalikan ke kas daerah.

“Silakan orang melakukan protes, tetapi inilah salah satu langkah yang paling baik agar para guru benar-benar menjalankan tugas pengabdian dengan sesunggunya bagi-anak-anak di kampung,” ujarnya. (FR/Merauke)