Majelis Hakim Membuat ,'Penemuan Hukum‘Tersendiri

Majelis Hakim Membuat ,'Penemuan Hukum‘Tersendiri

Sorong-Putusan terhadap Isak Kalaibin dkk terdakwa pada peristiwa Aimas menjelang tanggal 1 mei 2013, memunculkan sejumlah hal baru yang perlu dikaji kembali.

Selain karena keputusan majelis hakim yang terkesan sangat normatif dan legalities dengan mengkategorikan ‘Niat’ sebagai maker meskipun belum terjadi persiapan permulaan. Keputusan majelis membuat semacam ‘intepretasi’ hukum hakim.

Hal ini dapat terlihat ketika majelis hakim mengatakan tidak sependapat dengan JPU dan tidak sependapat dengan Tim penasehat hukum.

“Misalnya hakim berkesimpulan bahwa Pesta Mama adalah sandi untuk mengibarkan bendera Bintang kejora, padahal tidak ada satu pun dari keterangan saksi yang mengatakan hal tersebut,” Ujar Frida Klasin SH selaku Penasehat HukumTerdakwa, usai sidang di Pengadilan Negeri Klas I B Sorong.(03/12/2013).

Dirinya menyesalkan pendapat hakim yang tidak mempertimbangkan keterangan saksi dan terdakwa termasuk mengenai barang bukti.

Menurutnya, hakim mencoba untuk membuat kesimpulan tanpa berpedoman pada fakta persidangan. Lebih jauh dirinya menilai, majelis hakim memberikan intepretasi bukan pada peristiwa yang sudah terjadi yakni Ibadah di rumah Isak Kalaibin tetapi pada peristiwa lain atau peristiwa yang belum atau tidak terjadi tapi diasumsikan oleh hakim.

Di tempat yang sama, Anum Siregar SH menambahkan ,” yang paling aneh dari pendapat hakim ketika mengatakan bahwa 3 orang anggota masyarakat yang tertembak  di depan rumah Isak Kalaibin, itu bukan tanggung jawab TNI Polri tapi karena ada penghadangan”

“Ini jelas menunjukkan bahwa hakim ingin mengatakan peristiwa tersebut adalah pembelaandiri. Seharusnya hakim tidak berpendapat seperti itu sebab itu sudah penilaian. Padahal terhadap peristiwa tersebut harus dilakukan investigasi dan proses hukum yang tersendiri,” jelasnya lagi.

“Pendapat ini berbahaya karena seolah menjustifikasi kejahatan kemanusiaan.Masyarakat yang kumpul-kumpul, menyampaikan aspirasi, kemudian ditangkap dan menjalani proses hukum, tapi toh masih menerima perlakuan seperti itu. Masih ada yang kebal hukum di Negara ini,” katanya.(Tim/AlDP).