Lukas Enembe : Orang Papua Tidak Boleh Ketergantungan

Lukas Enembe : Orang Papua Tidak Boleh Ketergantungan

Wamena-Saat memberikan kata Sambutan pada Peringatan hari HAM di Wamena tanggal 18 desember 2013, banyak hal menarik yang disampaikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP,MH.

Lukas Enembe menjelaskan beberapa hal yang harus diperbaiki di masa pemerintahannya dan kepemimpinan masa caretaker gubernur.

“Saya selalu ingatkan para bupati, hati-hati menjadi pemimpin,” katanya. Dirinya seringkali setiap hari sabtu menelpon para bupati satu persatu.

“Kalau ada yang ke Jakarta, saya tanyakan kenapa ke Jakarta, ada tugas atau tidak. Tapi ada juga yang sampaikan bahwa mereka tidak tahu bagaimana menghadapi masyarakat yang dari pagi sampai malam  mendatangi mereka,” jelasnya.

“Saya sudah sampaikan ke presiden, di papua diakui hak komunal. Apa yang ada di pemerintah, masyarakat pikir itu juga miliknya. Saya minta apakah ada pasal khusus untuk bantu para bupati dan gubernur  sekitar 20 milyar, tidak usah diperiksa”.

Gubernur Papua itu kemudian beralih cerita ke kepemimpinan caretaker gubernur,  “Pada pemerintah caretaker, ada 2 juta hektar lahan keluar ijinnya. 26 ijin untuk usaha perkebunan termasuk kelapa sawit. Ada 56 ijin untuk usaha pertambangan seluas kira-kira 200 ribu hektar”.

“Hari ini saya tahan semua ijin. Tidak boleh, manusia sudah habis, hutan diambil. Saya tahan karena kita sepakat untuk selamatkan yang sisa”.

Lukas kemudian berpesan, “ Orang papua, orang gunung tidak boleh ketergantungan, kerja, sebab dana sudah ada 80% di kabupaten dan kota”.

“Orang Papua tidak boleh menderita, semua harus diberi makan. Kita jadi tuan di negeri sendiri, ” katanya penuh semangat, didampingi oleh Pastor Jhon Jonga Pr dan mama Yosepha Alomang sebagai penggagas dari kegiatan tersebut.(Tim/AlDP).