Berita

LSM Masih Dianggap “Musuh” oleh Pemda

Parlin Saragi Kordinator Pokja Pendidikan Foker LSM Papua di Yapen

Serui-Ada sekitar 60 Organisasi Masyarakat di Serui baik yang berbentuk lembaga, yayasan termasuk CSO berbasis keagamaan.

“Dalam prakteknya kami LSM sering dianggap musuh oleh pemerintah. Ketika kami datang ke kantor pemerintah, selalu muncul pertanyaan apa lagi yang LSM mau lakukan?, “ kata Leo Sirami salah satu aktifis LSM.

“Permintaan data pembangunan juga tidak direspon oleh Pemda dengan baik. Jika ada permintaan data dari LSM selalu ada kecurigaan karena kuatir datanya akan digunakan untuk sesuatu yang kurang baik. padahal data yang diminta adalah data dalam klasifikasi dokumen publik, “ terangnya saat ditemui AlDP Online Minggu lalu.

Menurutnya dalam pembangunan di Yapen, LSM kurang dilibatkan aktif, hanya  dikutsertakan dalam pertemuan yang sifatnya sesaat saja. Sebelumnya pada Musrenbang Kabupaten di tahun 2011, LSM diikutsertakan namun tahun-tahun sebelum dan sesudahnya tidak lagi dilibatkan.

“Ini menunjukkan bahwa kami LSM masih dianggap tidak ada karena dianggap menjadi musuh. Bahkan ketika kami mengkonfirmasi tentang suatu kejadianpun tidak ditanggapi dengan baik, “ lanjutnya.

Hal senada disampaikan Parlin Saragi koordinator Pokja Pendidikan Foker LSM Papua di Yapen. “Kami minta data di Dinas pendidikan dan kebudayaan juga mengalami kesulitan. Sepertinya Pemda hanya mau melakukan semua kegiatan sendiri saja. Padahal tanggung jawab pendidikan adalah kewajiban semua pihak. Kami ingin berpartisipasi dengan mulai mengumpulkan data dan informasi, namun tidak direspon positif. Selalu ada kecurigaan pada LSM”

Menurut Sony Woria Kabid Fispra Bappeda Kepulauan Yapen bahwa sebenarnya LSM dan Pemda harus bersinergi dalam pembangunan.  Saling tidak memahami Tupoksi yang menyebabkan benturan kepentingan.

“LSM juga melakukan pengawasan pembangunan harus dengan cara-cara yang baik dan sesuai prosedur pasti akan direspon dengan baik oleh Pemda”.

Dirinya mengakui , LSM biasanya yang lebih tahu banyak kondisi  lapangan. “LSM bisa melakukan mulai dari Musrenbang Kampung sehingga secara bersama masyarakat mengawal berbagai program yang diperjuangkan termasuk implementasi program bisa diawasi, “ terangnya. (AS/Yapen)