LP Sorong Over Kapasitas

LP Klas II B Kota Sorong

Sorong – Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong, Papua Barat, over kapasitas. Dari daya tampung sebanyak 163 orang, melebihi hingga 191 penghuni.

LP Sorong dikelilingi tembok tinggi dengan tiap ruangan sel saling berdekatan. “Overlah, tapi mau gimana lagi. Itu yang terjadi. Tapi kita tetap berkomitmen mengembangkan Lapas menjadi lebih baik, yakni dengan membangun dan meningkatkan pembinaan,” kata Jevius J. Siathen, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong, kemarin.

Menurut dia, akibat jumlah over, tiap ruangan sel kini dihuni tidak sesuai quota. “Biasanya lima enam orang, sekarang bisa lebih. Saat ini memang bukan masalah besar, tapi kalau banyak yang masuk, harus dipikirkan ulang,” ujarnya.

Ia mengatakan, meski kondisi LP belum maksimal, namun untuk urusan makan napi dan tahanan, lebih dari cukup. “Pagi biasanya menu lengkap, siang ada ayam atau daging dan telur, makanan memang cukup, biaya besar terserap kesana,” katanya.

Over kapasitas dapat mengakibatkan para penghuni mengalami stress. Mereka menjadi bosan dan ingin melarikan diri. Kasus terakhir menghebohkan Kota Sorong adalah kaburnya 26 napi melompati tembok belakang Lapas. “Itu kan jadi masalah, mereka selalu mau lari, kenapa, karena pendekatan kita kadang salah, haruslah ada cara untuk membuat mereka betah,” katanya.

Penghuni LP Sorong beragam, mulai dari kasus pencurian hingga pembunuhan. Seorang napi dihukum seumur hidup karena kasus pembunuhan. “Ada satu napi asing, kasusnya illegal fishing, lainnya bermacam-macam,” kata Siathen.

Ia berharap pemerintah memberi perhatian maksimal bagi pengembangan lapas seluruh Papua. “Kita berbeda dengan wilayah lain, masalah over kapasitas, kurang fasilitas dan lain-lain. Membina napi perlu kesabaran, mental yang kuat dan anggaran,” pungkasnya. (Tim/Sorong)