Berita

LP Sorong Komitmen Tolak Pungli

LP Sorong tolak Pungli

Sorong – Jevius J. Siathen, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong mengatakan, untuk pemberantasan tindak pidana korupsi, tiap LP di Papua telah bersepakat menolak pungli (Pungutan Liar).

“Pungli itu bikin nama baik Lapas menjadi buruk. Ini kesepakatan kita seluruh LP di Indonesia dengan Komisi Pemberantasan Korupsi bersama jajaran terkait,” ujarnya, pekan lalu.

Ia mengatakan, pungli mengakibatkan mental seseorang menjadi keropos. Pungli dari hal yang sangat kecil, misalnya memintai rokok atau recehan dari pengunjung. “Ini selalu dilakukan petugas, kita tidak pungkiri itu. Sedangkan pungli sampai ratusan juta juga sudah terjadi kok, lihat saja kasus Gayus Tambunan,” katanya.

Menolak Pungli, sejumlah LP di Papua memasang spanduk “Bebas Korupsi” di dinding depan Lapas. Komitmen tersebut sebagai awal membersihkan lapas dari sifat ‘kotor’ selama ini. “Itulah, tapi sebenarnya, bukan hanya kita, seharusnya, semua instansi juga berkomitmen yang sama, kita sepakat tolak pungli, itu artinya usaha untuk menghindari korupsi,” ujarnya lagi.

Siathen mengaku, pungli di LP Sorong dilakukan tersembunyi. “Ya begitulah, saya mau bilang juga tidak, tapi itulah faktanya. Kita mengakui dan bawasanya itu tak akan terulang lagi, semua manusia memiliki sifat kurang baik, kita tidak menyangkal itu.”

ALDP menemukan sebuah sindiran halus seorang petugas LP Sorong ketika seorang pengunjung membawa makanan siang bagi kerabatnya didalam LP. Sang petugas berkata “Ada rokok kah”. Pengunjung tersebut, seorang ibu membalas, “Ada dibawah tas, lihat saja disitu.”

Terbersit terjadi suatu tawar menawar saat kunjungan. Bila ada rokok, petugas akan membawa makanan kepada napi bersangkutan. “Mungkin itu hanya gurauan saja, bisa benar, bisa tidak,” kata Siathen sambil tersenyum. (tim/Sorong)