LP Klas IIB Timika Kesulitan Air Bersih
Ilustrasi Penjara Anak

LP Klas IIB Timika Kesulitan Air Bersih

Timika – Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Timika, Papua, kesulitan air bersih. Untuk masak dan mencuci, LP Timika memanfaatkan air hujan atau air yang didrop dari Satuan Pemukiman II Timika.

“Ini masalah utama, kita hanya punya satu tangki. Kalau tidak ada hujan, terpaksa kita gunakan air yang berwarna merah,” kata Martinus Nuboba, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Klas II B Timika, Sabtu.

Ia mengatakan, kekurangan air sejak Lapas mulai dibangun tahun 2002. “Waktu itu tidak ada apa-apa, kita gali sumur. Ada air sedikit, tapi warnanya merah, ya itu yang disaring untuk mencuci. Tapi untuk minum, kita beli air gallon,” ujarnya.

Luas LP Timika sekitar 5 hektar. Dikeliling tembok besar setinggi lebih dari 5 meter. Dibagian belakang LP, terdapat sebuah lahan yang dimanfaatkan napi menanam serta berolahraga. “Ada juga lapangan futsal dan volley. Untuk keunggulan Lapas, hampir tidak ada, napi juga tidak banyak melaksanakan aktivitas seperti bekerja diluar, kita belum ada program itu, karena Kepala Lapas kita masih baru,” ucapnya.

Nuboba belasan tahun bergelut dalam dunia Lapas. Ia orang pertama yang merintis LP Timika. “Waktu itu hutan besar, kita bikin sumur, tapi karena letak LP ini jauh dari kota, tidak ada air yang bisa disalurkan kesini, nanti setelah ada tangki, ada sedikit air bersih,” katanya.

Ia berharap, muncul inisiatif dari pemerintah atau Depkumham agar dapat memasukan air bersih ke LP Timika. “Sebenarnya kita sudah usulkan ini dari lama, tapi tidak pernah dilihat, ini bukan untuk kita, tapi untuk napi, mereka juga manusia,” pungkasnya. (JO/Jayapura)