LP Klas II B Sorong Kurang Fasilitas
Gedung DPRP -Papua

LP Klas II B Sorong Kurang Fasilitas

Jevius J. Siathen, Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sorong

Sorong – Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Kota Sorong, Papua Barat, minim fasilitas. Tak cukup bangunan untuk para napi berkarya atau berolahraga menghilangkan stress setelah dipenjara bertahun-tahun.

“Saya kira semua LP di Papua punya masalah yang sama, kita butuh fasilitas, LP adalah Lembaga untuk memasyaratkan kembali seseorang, bukan lembaga penyiksaan, untuk itu dibutuhkan sarana dan prasarana lengkap,” kata Jevius J. Siathen, Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sorong, Kamis.

Ia mengatakan, kekurangan sarana di LP Sorong terutama pada bagian keolahragaan, bengkel kerja dan latihan, sarana hiburan seperti band atau alat musik. “Idealnya begitu, tapi ini semua kembali pada anggaran, dana yang kurang tak bisa memaksa kita mengadakan semuanya,” ujarnya.

Menurut dia, jika ada porsi dana yang besar, sewajarnya napi diberikan perhatian lebih. Misalnya dengan membangun bengkel serta menambah alat. “Ada mesin jahit, tapi ya itulah, cuma satu, bagaimana semua bisa melatih menjahit, bengkel las juga begitu, namun kita tetap berdayakan napi misalnya dengan mengajak mereka bekerja di tempat pencucian mobil atau membuat bata,” katanya lagi.

LP Sorong memiliki 191 narapidana. 7 diantaranya adalah wanita. Tiap pagi, setelah bangun tidur dan membersihkan diri, mereka akan mengikuti pembinaan rohani. “Tiap hari dua jam, selama tujuh hari. Ini rutin, kita ajak mereka beribadah, karena itu awal untuk membawa seseorang ke jalan yang baik,” kata Siathen.

Mantan Kepala Lapas Narkotika di Doyo, Sentani ini menambahkan, pihaknya telah menyampaikan permasalahan LP kepada pihak terkait. “Tapi belum ditanggapi, saya kira ini penting untuk kepentingan napi, kita mau mereka baik supaya tidak melarikan diri,” pungkasnya. (Tim/Sorong)