Linus Hiluka dan Kimanus Sudah 4 Bulan Dititip Di Polres Nabire

KimanusJayapura-Kuasa Hukum narapidana pembobolan gudang senjata Kodim wamena tahun 2003 yakni Anum Siregar SH mengirim surat ke kalapas Nabire mempertanyakan nasib kedua kliennya yang masih dititip di Polres Nabire.

“Pertama kami prihatin dengan keributan di Lapas Nabire tanggal 8 November 2014 karena telah menganggu kehidupan pembinaan yang ada,” ujar Siregar mengawali suratnya(23/02/3015)..

Menurutnya, dengan menitipkan Linus Hiluka dan Kimanus Wenda ke Polres Nabire tanpa batas waktu yang jelas menunjukkan pihak LP Nabire  telah mengabaikan hak-hak kliennya  yang seharusnya mendapatkan pembinaan di Lapas dan bukan di Polres karena telah berstatus narapidana.

Lanjutnya, “jelas telah melanggar prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan akuntabel karena tidak mencerminkan kontrol dan pertanggunjawaban yang tepat apalagi sebelumnya baik kami maupun klien kami dijanjikan akan dikembalikan ke Lapas Nabire secepatnya”.

Di dalam suratnya, Siregar juga menagih janji Kadiv Pas kanwil Hukum dan HAM Provinsi Papua yang sebelumnya mengatakan bahwa Linus hiluka dan Kimanus Wenda akan segera dikembalikan ke LP Nabire.

“ini sudah empat bulan,”tegasnya.

Sebelumnya Siregar telah mengirimkan surat pertama tertanggal  15 November 2014 kepada Kalapas Nabire untuk mempertanyakan tentang pemindahannya.Surat tersebut ditembuskan juga kepada Dirjen PAS Kementrian Hukum dan HAM di Jakarta serta Kakawnwil hukum dan HAM Papua.

Dirinya berharap kedua kliennya segera dipindahkan kembali ke Lapas Nabire dan tidak dipindahkan ke Lapas lainnya karena selama ini keluarga Linus Hiluka telah ikut pindah  dari Wamena ke Nabire dan anak-anaknya sedang bersekolah di Nabire.

“Atau usulan Pembebasan Bersyarat mereka berdua segera dijawab, supaya mereka langsung keluar,” katanya penuh harap.(Tim/AlDP)