LAPAS Merauke Masih Kurang Petugas
Kampung Poom I dari atas gunung

LAPAS Merauke Masih Kurang Petugas

Ilustrasi LAPAS

Merauke – Alfonsiun Laiyan, Pelaksana Tugas Lembaga Pemasyarakatan Merauke mengatakan Lapas Klas IIB hanya memiliki 66 petugas. Itu tidak sebanding dengan jumlah napi hingga ratusan orang. “Tidak seimbang, memang perlu ada penambahan,” katanya, pekan lalu.

Petugas Lapas ditempatkan di pos jaga dan pintu masuk dalam Lapas secara bergantian. Tiap pagi, mereka akan membuka pintu dan menutup kembali di sore hari. “Tiap hari begitu, kadang kita berpikir, apa kita ini tukang buka tutup pintu, membina orang itu tidak gampang,” ujarnya.

Lembaga Pemasyarakatan Merauke mendapat penghargaan pada 27 April 2009 sebagai Lapas terbaik Indonesia. Penghargaan diberikan di LP Pasir Putih Nusakambangan oleh Menteri Hukum dan HAM saat itu. “Kita juga punya website, dulu berjalan bagus, bahkan ada napi yang membuat grup band hingga menang lomba. Tapi sekarang semua itu tidak jalan,” ucapnya.

Menurutnya penerapan aturan standar minimal yang memberi napi kesempatan berkarya dan berkembang, penting menjadi prioritas. “Kalau dikurung saja begitu, mereka akan bosan. Kebosanan bisa memicu keributan di dalam, kalau sudah begitu, pasti ada kekerasan.”

LP Merauke memiliki dua napi yang dihukum seumur hidup. “Terlibat kasus pemerkosaan dan pembunuhan, ada juga tahanan anak sebanyak 23 orang,” pungkasnya. (Tim/ALDP)