Lampu Mercusuar Di Kampung Kamdera Tidak Berfungsi

Lampu Mercusuar Di Kampung Kamdera Tidak Berfungsi

Demta – Kampung Kamdera yang dulunya dikenal dengan kampung Tarfia menjadi salah satu tempat yang dipilih Dinas perhubungan laut untuk memasang sebuah lampu Mercusuar yang bertujuan untuk menolong kapal-kapal yang melintas di daerah laut Demta dan sekitarnya termasuk saat akan masuk pelabuhan laut Jayapura serta mengantisipasi  peristiwa-peristiwa  kandasnya kapal di atas karang dengan berbagai macam cara  akibat  terumbu karang atau “penunggu’ laut,seperti beberapa tahun silam,” ucap penjaga mercusuar Hengki Daisiu(29/03/2012).

Bangunan menara mercusuar ini sendiri dibangun sejak tahun 1996 oleh ahli-ahli bangunan Mercusuar dari Jepang dengan Tinggi 40 meter yang terdiri dalam delapan anak tangga yang melingkar tinggi dan memiliki 8 lantai yang setiap lantainya berukuran 5 meter serta luas bangunannya 20 meter dari bawah sampai ke atas.Memiliki  2 lampu masing-masing setinggi 2 meter, sehingga keseluruhan tinggi menara mercusuar di Kampung kamdera adalah 42 meter.Kini lantai dasar menara mercusuar menjadi sarang burung yang senantiasa berterbangan apalagi ketika pintunya dibuka.

Fungsi masing-masing lampu berbeda ,lampu yang kecil akan berkedip dimalam hari dalam jarak dekat, sedangkan lampu yang besar berfungsi untuk menunjukkan areal yang berbahaya  atau adanya jalur  karang  tempat melintas kapal,lampu berputar melingkari wilayah laut dari timur sampai utara,bentuknya seperti lampu Ambulance yang jaraknya sampai 12 Mil ke arah laut, sehingga dapat dilihat oleh kapal-kapal pada malam hari.

Lanjutnya,”Untuk sementara ini lampu mercusuar tidak berfungsi karena ada kerusakan pada saklarnya yang fungsinya untuk penerangan secara Otomat untuk menyala pada malam hari dan di siang hari  akan mati dengan sendiri, tanpa dipadam oleh petugas. untuk pesanannya kami sudah sampaikan langsung ke pusat karena kami lembaga vertikal jadi langsung ke menteri,”. Kini pihaknya masih menunggu sebab alatnya tidak ada di Indonesia dan harus didatangkan dari Jepang,akibatnya lampu sudah tidak berfungsi sejak tahun lalu.

Namun kebutuhan seperti tidak ada yang peduli akan kebutuhan lampu tersebut,pemerintah tidak segera mendatangkan alat yang dibutuhkan dan pengguna laut sekitar Demta yang merupakan laut lepas,tidak juga komplain kepada pemerintah demikian juga petugas dari Dinas Perhubungan kabupaten dan provinsi Papua.Harapannya, setiap petugas yang dipercayakan oleh negara untuk menjaga lampu mercusuar dan menjaga keselamatan kapal-kapal baik kapal barang maupun kapal penumpang benar-benar menjalankan tugasnya jangan hanya tinggal di kota. Hengki ” Kasian fasilitas yang telah disiapkan berupa rumah tidak  dihuni akhirnya nanti rusak,”ucap Hengki Daisiu sambil memperlihatkan rumah-rumah pegawai dinas perhubungan yang kosong tak terurus,sama seperti kondisi menara mercusuar, Hengki hanya pegawai honor namun mengabdi dengan kesungguhan hati.(03/AIDP).