Berita

Laju Kerusakan Hutan Papua Barat 100 Ribu Ha

Spanduk permintaan untuk menjadikan Papua Barat sebagai basis usaha kelapa sawit

Manokwari  – Hutan alam di Papua Barat terus menyusut tiap tahun. Tahun 2010, laju kerusakan hutan di Papua Barat diperkirakan mencapai 100.000 hektar lebih. Pada tahun mendatang laju kerusakannya diprediksi meningkat menyusul tingginya ijin usaha sawit di daerah ini.

Juru Kampanye Hutan Tanah Papua, Charles Tawaru mengatakan, laju kerusakan paling tinggi terjadi di Kabupaten Sorong; 18.000 hektar pertahun dan Kabupaten Manokwari; 15.000 hektar pertahun.

“Dinas kehutanan berdalih ijin sawit diberikan diatas hutan produksi yang dapat dikonversi, tapi itu belum bisa dibuktikan,” kata Charles usai Kongres II Selamatkan Manusia dan Hutan Papua hari kedua ditutup, di Aula Gedung pasca sarjana Universitas Negeri Papua, kemarin.

Charles mengatakan laju kerusakan bisa meningkat karena saat ini sudah ada ijin baru yang diterbitkan kepada perusahaan sawit di Kabupaten Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama, Fakfak dan Sorong Selatan. Ini menurutnya tidak sejalan dengan semangat moratorium penebangan hutan yang sudah dicanangkan negara. “Tapi perusahaan sawit bilang mereka sudah dapat ijin sebelum moratorium berlaku. Apakah ini betul,” kata dia sedikit bertanya.

Padahal menurut Charles, perusahaan sawit juga bisa dikatakan hanya menjadikan alasan investasi sawit untuk memudahkan mereka mengambil kayu-kayu yang ada di dalam hutan.

Menyinggung soal pencanangan Papua Barat sebagai provinsi konservasi, Charles mengatakan, Itu hanya alasan politis menjelang Pemilu Gubernur tahun 2011. “Nyatanya sampai saat ini pencanangan itu tidak konkret,” ujarnya. (DM/Manokwari)