Lagi, Saksi Verbalisan Membantah, Terdakwa Tetap Akui Disiksa Saat Diperiksa

11 mart 15 2Wamena – Jhoni Marian salah satu terdakwa kasus Wara Pisugi yang dikenakan dakwaan Kesatu yakni Pasal 187 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau Kedua Pasal 187 bis Ayat (1) KUHP Atau Ketiga Pasal 187 Ter KUHP Atau Keempat Pasal 164 KUHP kembali diperiksa di Pengadilan Negeri Wamena.

“Saya memeriksa pertama kali tanggal 11 Juli 2014,” ujar Saksi Verbalisan atas nama Brigpol Yohanis Patipelohy anggota Polres Jayawijaya.(18/03/2015).

“Dari keterangan Jhoni baru kami dapat mengetahui keterlibatan terdakwa yang lain karena mereka yang lain awalnya mengelak,” jelasnya.

Saat ditanya oleh Penasehat hukum terdakwa, Anum Siregar SH,MH mengenai cara saksi menyampaikan pertanyaan kepada terdakwa Jhoni, Saksi mengatakan pertanyaan yang diberikan tidak langsung dijawab tapi harus diulangi sebanyak 3 kali.

Jhoni adalah satu satu terdakwa yang tidak mengenal baca tulis dan sangat sulit berbahasa Indonesia.

“Jhoni mengatakan bahwa saat pemeriksaan, dirinya diancam dan mengalami penyiksaan,” jelas Siregar yang dijawab saksi dengan kalimat “tidak ada ancaman atau penyiksaan”.

“Dipukul?” tanya Siregar

“Tidak,” jawab Saksi

“Disetrum?”

“Tidak”

Ketika majelis hakim menanyakan ke terdakwa Jhoni Marian, Jhoni mengatakan bahwa dirinya dipukul.

“Sambil tanya anggota satu datang pukul, saya dipukul terus,mereka ancam bilang mau tembak karena saya takut jadi saya mengaku,” jelas Jhoni Marian.

Namun saksi tetap pada keterangannya yakni menolak melakukan ancaman atau aksi kekerasan majelis hakim kemudian menunda sidang untuk kesesokan harinya tanggal 19 Maret 2015.(Tim/AlDP).