Berita

Kurang Petugas Picu Napi Kabur

LP Klas IIB Manokwari, Papua Barat

Manokwari – Minimnya petugas di Lembaga Pemasyarakatan dapat memicu narapidana melarikan diri. Idealnya, seorang petugas menangani lima napi atau kurang.

Willem Kmur, Kepala Pengamanan LP Klas IIB Manokwari, Kamis (11/10) mengatakan, napi kabur dapat disebabkan pula oleh dorongan dan hasrat biologis. “Karena rata-rata anak muda yang punya keinginan batin sangat kuat, hasrat mereka tak tersalurkan dalam penjara, itu buat mereka lari,” kata Kmur.

Menurut dia, napi dengan usia lebih tua, dapat menahan hawa nafsu. Mereka berpikir jernih dan enggan berurusan dengan sipir lapas. “Memang harus diakui, manusia punya kekurangan. Ada petugas kita yang tiba-tiba sakit, artinya, dari empat berjaga, itu tidak cukup, ini bisa dimanfaatkan oleh penghuni,” katanya.

Petugas LP Manowari sekitar 20 orang. “Kita tidak punya senjata, itu kita pikir, sementara jumlah kita tidak seimbang dengan penghuni, kalau mereka mengamuk, kita bikin pendekatan dengan baik-baik, tidak main pukul,” paparnya.

Narapidana melarikan diri dari LP Manokwari sering terjadi. Ahad 12 Agustus 2012 lalu, tiga napi lolos. Dua masih buron, satu sudah tertangkap.

Kalapas Manokwari, Yosep Weyasu mengatakan napi ‘menghilang’ dengan cara memanjat dinding sisi kiri lapas setinggi hampir 2 meter. “Napi lolos ini berulang kali terjadi, ada yang lari lalu ada tertangkap dan berhasil lolos lagi,” kata Yosep Weyasu.

Pihak Lapas, kata Weyasu, telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Manokwari untuk mengejar napi. “Kami juga sudah datangi rumah keluarga mereka, agar kalau mereka pulang, tolong dikembalikan kepada kami,” ucapnya.

Pada pertengahan 2011, 19 napi LP Manokwari juga kabur. Jumlah napi yang melarikan diri, telah mencapai 26 orang. “Kami baru menangkap 10, kita berharap mereka sadar dan membawa diri kembali, jangan buat bertambah rumit,” kata Weyasu. (tim/Manokwari)