Kunci Mobil Almarhum Theys Diserahkan Pada Pekan Depan
Alm Theys Eluay

Kunci Mobil Almarhum Theys Diserahkan Pada Pekan Depan

Alm Theys Eluay

Jayapura-Pelaksana tugas Kepala Sekertariat Wilayah Komnas Ham Papua Frits Ramandey mengatakan berkas dan kunci mobil alrmahum Theys Hiyo Eluay (THE) akan diserahkan pada Senin (19/8) pekan depan kepada ahli waris.

“Jadi, kemungkinan berkas dan kunci mobil almarhum Theys Hiyo Eluay yang telah bertahun-tahun tertahan sebagai barang bukti perkara akan diserahkan pada pekan depan. Karena hal ini akan menunggu kedatangan Kepala Pengadilan Militer III-19 Jayapura dari luar Papua,” kata Frits.

Sementara berkas lainnya seperti putusan sidang kasus, menurut mantan Ketua AJI Kota Jayapura itu, telah diserahkan kepada istri almarhum THE, Yanike Ohee pada Rabu (14/5) kemarin. Itu pun, kata Frits yang terkenal vokal semasa jadi jurnalis itu mengatakan penyerahan berkas dilakukan setelah Komnas Ham melayangkan suratĀ  ke Pengadilan Militer III-12 Surabaya pada bulan lalu.

“Dan berkas-berkas putusan sidang THE diserahkan kepada istri almarhum Theys,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang rajin mengoleksi buku bacaan itu mengatakan, pihaknya ikut melakukan pendampingan untuk pengembalian berkas-berkas putusan sidang dan juga barang bukti lainnya seperti mobil kijang kapsul warna putih yang dipakai almarhum semasa hidup.

“Komnas Ham Papua ikut mendampingi Ibu Yanike, istri dari almarhum Theys untuk mendapatkan kembali putusan sidang setelah 10 tahun ditetapkan. Dan yang sempat menjadi aneh bagi saya itu, karena keputusan tersebut sudah berlangsung satu dekade lalu, tapi keluarga korban belum mendapatkan salinan hingga kemarin baru bisa,” katanya.

Frits memandang Theys merupakan sosok pahlawan bagi orang Papua. Karena baginya, Theys dan kawan-kawan telah memperjuangkan sejumlah hal bagi kebaikan dan perbaikan di Papua. “Dalam perspektif Otsus dan konteks orang Papua, Theys itu pahlawan. Almarhum bersama Filep Karma dan kawan-kawan membawa banyak perubahan dalam pandangan Ham, politik dan ekosob,” katanya seraya menambahkan jika hal itu yang harus diingat.

Seperti diberitakan oleh sejumlah media cetak lokal dan nasional, pada awal November 2001 lalu Theys dikabarkan meninggal takĀ  jauh dari perbatasan RI-PNG. Setelah kepolisian Jayapura yang diback up Polda Papua melakukan penyelidikan dan penyidikan ternyata Theys mati dibunuh oleh oknum Kopasus yang bertugas di wilayah tersebut.

Dan setelah melalui proses hukum, pada akhir April 2003 lalu, pembunuh almarhum Theys naik meja sidang di Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya. Dan dijatuhi vonis bersalah kepada empat prajurit Kopassus yang menjadi terdakwa kasus almarhum Theys Hiyo Eluay.

Keempat terdakwa itu adalah bekas Komandan Satgas Tribuana X Letkol Inf. Hartomo, mantan Komandan Detasemen Markas I Mayor Inf. Doni Hutabarat, mantan Kepala Operasi Letnan Satu Inf Agus Supriyanto dan Prajurit Kepala Achmad Zulfahmi yang membekap mulut Theys sebanyak tiga kali.

Sementara tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman lebih ringan oleh majelis hakim yang diketuai Kolonel CHK. AM Yamini. Terdakwa Kapten Inf. Rinardo dan Sersan Satu Asrial dihukum tiga tahun penjara, sementara terdakwa Sersan Satu Lourensius diganjar dua tahun penjara.(AR/AlDP)