Berita

KPU Yapen Didesak Segera Diganti

KPU

Serui-Sejak diputuskan oleh Mahkamah Konsititusi (MK) pada Desember 2010, proses Pilkada Yapen masih belum juga diselesaikan. Mulai dari kekosongan anggota KPU, pertanggung jawaban dana 3 miliar lebih yang belum tuntas termasuk hilangnya berkas salah satu calon pasangan dari Golkar.

Kebuntuan ini semakin nampak jelas ketika KPU Yapen hendak melakukan tahapan untuk pencabutan nomor urut pada pertengahan Mei lalu. Sebelumnya proses verifikasi sudah dilakukan ulang oleh KPU sesuai amar putusan MK. Pada proses pencabutan nomor urut dari 8 pasang calon hanya dihadiri oleh 1 pasangan yaitu dari Toni Tesar-Frans Sanadi.

“Hal ini menunjukkan bahwa KPU sudah tidak lagi dipercaya oleh para calon yang lain termasuk dari masyarakat,” kata salah satu aktifis partai yang enggan namanya disebutkan. Namun yang menjadi masalah adalah 2 pasangan yang menggugat di MK yaitu Fredy Bolly dan Yoram Mambai dalam proses verifikasi dinyatakan tidak lolos.

 “Kami kecewa karena kami dinyatakan tidak lolos karena ada persyaratan administrasi yang tidak lengkap. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pasangan dari Golkar bisa lolos padahal berkasnya sudah tidak ada,” tambah Yoram Mambay, pekan lalu.

Menurut Ebson, Sekretaris Koalisi Yapen Berdaulat bahwa KPU sudah jelas melanggar kode etik sebagaimana dituangkan dalam laporan Panwas Kabupaten dan Bawaslu melalui SK 111. Karena itu tidak ada alasan lain seluruh anggota KPU Yapen harus diganti karena terbukti tidak mampu melaksanakan Pilkada Yapen dengan baik dan sukses,sudah tertunda hampir 2 tahun. Bahkan saat ini Bawaslu juga sudah mengeluarkan surat No.293/bawaslu/V/2012 tertanggal 15 Mei ke KPU Pusat yang intinya tetap pada keputusan pertama (SK 111) agar anggota KPU Yapen diganti.(04/AlDP)