Kostan Daimoi:  Jangan Biasakan Kasih Beasiswa di Kampung

Kostan Daimoi: Jangan Biasakan Kasih Beasiswa di Kampung

Kepala Kampung Yakonde Kostan Daimoi

Jayapura – Kebiasaan memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah di kampung adalah kebiasaan yang tidak membangun dan tidak mendidik dengan cara yang baik. Hal tersebut diungkapkan kepala kampung Yakonde Kostan Daimoi pekan lalu kepada AIDP Online di Kantor Kampung Yakonde.

Menurutnya memberikan beasiswa hanya mendidik anak-anak hanya menjadi pemimta – minta saja. Seharusnya anak-anak didik untuk menjadi anak yang suka bekerja keras.

Keinginannya, anggaran yang ada di kampung baik itu dari dana respek, PNPM Mandiri dan pemberdayaan kampung sebaiknya digunakan untuk membangun kampung dengan menumbuhkan perekonomian masyarakat di kampung.

Kostan Daimoi menjelaskan bahwa ketika ekonomi masyarakat di kampung tumbuh dengan baik, maka secara otomatis orang tua akan mampu memberikan biaya untuk anak-anaknya bersekolah.

“Anggaran yang ada digunakan untuk membantu pengembangan ekonomi rakyat, agar baik dan bisa membiayai anak-anak sekolah, ungkapnya.

Ketika mendapatkan anggaran dari pemerintah, kampung Yakonde tidak menerapkan bantuan beasiswa sekolah tetapi anggaran tersebut dialihkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Sebagian masyarakat yang beternak akan mendapatkan bantuan untuk pengembangan ternaknya seperti ternak sapi, dan juga bagi masyarakat yang ada di pinggiran danau akan mendapatkan bantuan untuk pengembangan tambaknya.

Ada dua potensi yang selama ini digeluti oleh warga masyarakat Yakonde, yaitu pengembangan tambak dan ternak sapi. “Sudah banyak anak-anak dari Kampung Yakonde yang menjadi sarjana karena dua penghasilan ini dan bukan beasiswa dari kampung,” ungkapnya.(Tim/AIDP)