Korban Penyiksaan Polisi Mengaku Disetrum

Korban Penyiksaan Polisi Mengaku Disetrum

Jayapura – Salah satu korban penyiksaan oknum Kepolisian Sektor Depapre, Kabupaten Jayapura, Matan Kleimbiap, mengaku disetrum saat diinterograsi, Jumat 15 Februari 2013 lalu.

Matan mengungkapkan, pemeriksaan terhadap dirinya yang dimulai dari siang hingga malam tanggal 15 Februari, berlangsung intimidatif. Ia disetrum menggunakan benda mirip senter.

“Mereka menyetrum belakang kepala saya,” katanya sambil memperlihatkan bekas setrum, juga kakinya yang menghitam karena dipukul, Kamis (21/2/2013).

Matan menjelaskan bahwa, pagi saat akan ditangkap, ia sementara mengendarai motor menuju Kampung Dormena. Tujuannya mencari penumpang sebelum berangkat kantor bersama istrinya. Apalagi hari itu anaknya berulang tahun. “Saya cari uang bensin dulu sebelum ke rumah sakit,” ujarnya. Matan pekerja cleaning servis di RSUD Jouwarry.

Saat dalam perjalanan itu, Matan berkendara tepat dibelakang mobil yang ditumpangi Yosafat, (mobil pertama yang dihentikan polisin). Yosafat sempat melambai padanya dan ia mengikuti dari belakang.

“Sebelum sampai di pertigaan depan Polsek Depapre, mobil Yosafat di stop, motor yang saya bawa juga di stop sekitar 10 meter di belakang mobil Yosafat,” jelasnya.

Sambil ditodong dan dipukul, Matan yang tidak tahu apa-apa langsung dibawa ke dalam sel Polsek Depapre. Setelah itu, aparat kembali menghentikan mobil kedua yang ditumpangi oleh Daniel Gobay alias Dago yang baru saja keluar meninggalkan Kampung Dormena.

“Kami kemudian dibawa ke Polres Sentani dengan tiga mobil, di mobil saya ada satu aparat sedangkan di mobil lainnya (Dago) ada tiga aparat, satunya lagi ikut mobil mereka (aparat),” kata Matan.

Setibanya di Polres Sentani, Matan baru mengenal Dago. Mereka diperiksa hingga larut malam terkait kepemilikan senjata tajam. Keduanya dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No.12 Tahun 1951.

Atas penangkapan tersebut, tim penasehat hukum Aliansi Demokrasi untuk Papua, Anum Siregar SH dan Cory Silpa menyambangi Polres Sentani untuk melakukan pendampingan terhadap Matan Kleimbiap. Pemeriksaan lanjutan terhadap Matan diperkirakan dilakukan pada hari Senin (25/02/2013) mendatang. (Tim/AlDP)