Berita

Korban Degewo Dievakuasi ke RSUD Jayapura

Jayapura-Setelah menjalani perawatan di RS Siriwini Nabire sekitar 9 hari akhirnya hari ke 10, dua orang korban penembakan tanggal 15 Mei 2012 di lokasi 45 Degewo kab Paniai dievakuasi ke Jayapura dengan pesawat Express Air.(24/05/2012). Amos Abaa dan Yulianus didampingi keluarga mereka sebanyak 3 orang dan ibu haji Malin tempat Amos bekerja di lokasi pendulangan di Degewo.

“Awalnya kami akan bawa ke RS Abepura namun di sana penuh jadi saya langsung bawa ke RSUD Dok II,” jelas Jhon Gobay,ketua Dewan Adat Paniai yang mendampingi korban.Jhon Gobay tiba lebih dulu di Jayapura dengan penerbangan via Biak kemudian menyiapkan ambulance buat menjemput Amos.

Sesampai di RSUD Dok II,luka Amos diperiksa,perawat sibuk membersihkan lukanya dan mengganti dengan perban yang baru. Diduga ada 3 peluru merobek tulang kaki kirinya dan satu peluru menembus kaki kanannya. Amos terus menerus menahan sakit, apalagi setelah diganti perbannya,”terlalu kuat ikatnya jadi sakit,” keluhnya.

Namun ketika dikonfirmasi kepada petugas medis,petugas mengatakan bahwa rasa sakit yang ditimbulkan berasal dari tulang kaki kirinya yang ‘terbongkar’akibat 3 peluru panas yang menerobos.Kemudian perawat memberikan obat penenang.

 “Tulang kaki Amos seperti terbongkar,” Ujar dokter Anton Mote.”Besok pagi(25/05/2012) kita langsung melakukan operasi untuk membersihkan dan mencoba untuk memasang pen tapi akan dipasang dari luar,dirapikan, dibuat seperti pagar sebab susah untuk dipasang dari dalam,tidak bisa dengan kondisi seperti itu,” tambahnya.

Dokter menjelaskan akan mengambil sampel di sekitar luka Amos untuk memastikan apakah ada bakteri dibagian tulangnya yang sudah tumbuh tapi belum terlihat. Hal ini terkait dengan peluang untuk melakukan perawatan buat kaki Amos,” Hasilnya bisa kita lihat dalam satu minggu,yang terparah adalah jalan amputasi,”katanya kepada AlDP Online di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Dok II Jayapura semalam.

Selanjutnya Amos dan Yulianus dibawa ke ruang radiologi untuk dilihat kondisi tulang kaki Amos dan foto pada bagian dada dan perut Yulianus. “Kalau Yulianus akan dilakukan foto untuk dada dan perutnya,yang kita lihat sekarang ada luka di bagian belakang tubuhnya akibat peluru tajam,apakah ada serpihan bersarang di dalam perutnya atau dadanya, atau tidak kita belum bisa pastikan,” jelasnya lagi.

Dokter Anton Mote juga menjelaskan bahwa Amos langsung ditangani oleh dokter bedah tulang murni sedangkan Yulianus ditangani oleh dokter bedah umum.Perawatan bagi keduanya tentu tidaklah cepat dan masih memerlukan beberapa tahapan.(Tim/AlDP).