Kontak Senjata Menjadikan Angkaisera Mencekam

Yapen-Operasi penyisiran telah dilakukan oleh Polisi dalam rangka mencari pelaku penembakan terhadap Brigade Laedi, di kampung Menawi, Kainui dan sekitarnya. Adalah rumah Lamores Bonay, Yahya Bonay (kampung Kontiunai), Alfons Nuboba (kampung Roipi) dan David Kaiba (kampung Aitiri) dihancurkan. Kaca rumah dipecahkan dan barang-barang dirumah diacak dan dibongkar dalam rangka mencari pelaku.

Menurut seorang warga ketika penyisiran dilakukan mereka semua sudah tidak ada di rumah. Warga masih belum tahu apa kaitan mereka (yang rumahnya digrebek) dengan aksi penembakan anggota Polsek Angkaisera. Alfons Nuboba adalah staf Tata Usaha di Akademi Perawat (Akper) Serui. Ketika aksi penyisiran dilakukan dia tidak di tempat dan hanya ada istri dan anaknya. Sementara yang lainnya sama sekali tidak ada dirumah termasuk anggota keluarganya.(07/06/2012).

Peristiwa ini berdampak ke pendidikan. Siswa/i TK Menawi dipulangkan sejak pagi karena dikhawatirkan akan terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. Sementara SD di distrik Angkaisera, SMP Menawi dan SMK Kainui tidak dipulangkan karena saat ini sedang dilakukan aktifitas ujian bagi siswa/i. Guru-guru yang mengajar di SD, SMP dan SMK Kainui yang tinggal di kota (Serui) tidak datang untuk mengajar.

Suasana hening dan mencekam dirasakan warga sejak pagi karena tidak ada yang keluar rumah. Pangkalan ojek yang biasanya ramai juga sepi. Menurut Wati(nama Samaran),ibu tiga anak warga Menawi, “Warga takut akan diberlakukan jam malam. Kami juga takut akan menjadi target operasi walau kami sama sekali tidak terkait dengan kegiatan penembakan”.(04/AlDP)