Koleksi Museum Papua Beragam, Dibuka Untuk Dikunjungi

Koleksi Museum Papua Beragam, Dibuka Untuk Dikunjungi

Jayapura-Museum Papua merupakan salah satu dari sekian banyak museum yang ada  di Indonesia dengan memiliki beragam koleksi. Sedikitnya ada 3.600 koleksi dari 10 jenis benda budaya, mulai dari koleksi sejarah hingga koleksi etnografi yang terletak di pingir jalan raya Abepura-Sentani, tepatnya di Expo Waena Distrik Heram Kota Jayapura. dari pantuan AlDP Online(16/01/2014).

Memasuki areal Museum Papua, tampak pohon yang tertata rapih dan hijau, terlihat gedung yang menjulang tinggi berupa piramid,  itulah gedung pertama dari museum Papua yang disebut gedung Entrance.

Staf Seksi Koleksi Museum Papua Abner Dimara Kepada Aldp Online mengatakan, “Gedung yang terlihat seperti piramid itu  merupakan simbol dari rumah adat Sentani Kabupaten Jayapura”.

Dimara menjelaskan bahwa di gedung inilah, tempat dilakukan registrasi untuk pengunjung dan tempat dipajangnya koleksi-koleksi yang dipamerkan dengan sebutan pameran temporer yang terdiri dari dua lantai, lantai satu berisikan koleksi seni ukir dari bahan kayu, lantai dua berisikan asesoris pembayaran maskawin yang dipamerkan setiap 3 bulannya, kemudian diganti dengan koleksi yang lain.

Jelasnya, ” Untuk pengunjung, minggu lalu kami melayani kunjungan dari anak-anak SMA yang datang berkunjung ke Museum yang didampingi oleh gurunya. Mereka tidak saja melihat koleksi yang ada, namun kami memberikan penataran sehari tentang pengertian museum, tugas museum, tujuan museum, fungsi museum, museum dapat diselengarakan oleh siapa, museum dibina oleh siapa, koleksi museum dan tata tertib pengunjung museum yang setidaknya demi keamanan, kenyamanan dan kemajuan museum Papua”.

Lanjutnya, “Museum Papua terbuka untuk umum, mari dengan semangat gerakan nasional cinta museum kita melestarikan warisan sejarah alam, budaya, dengan mendayagunakannya, dalam memanfaatkan bukti-bukti matrial manusia, lingkungan, dengan cara mengumpulkan, merawat, memamerkan untuk kepentingan seni, ilmu dan teknologi dalam rangka peningkatan penghayatan nilai-nilai budaya”.(RMAlDP)