Kisah Sukses Paralegal

Kisah Sukses Paralegal

Mama Naomi Sawen, 54 tahun, ibu rumah tangga.
Paralegal di Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Mama Naomi merupakan ibu dari tujuh orang anak. Sebelumnya ia adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang aktifitas sehari-harinya mengurus kebutuhan di dalam rumah, serta sesekali mengikuti ibadah bersama perkumpulan ibu-ibu di lingkungan sekitar kampungnya. Mama Naomi mengikuti Program Community-based Legal Assistance yang difasilitasi oleh Aliansi Demokrasi untuk Papua (AlDP) sejak Maret, 2014 dengan kegiatan berupa pelatihan, diskusi kelompok dan pertemuan strategis dengan pemangku kepentingan.

Program Paralegal AlDP merupakan bagian dari agenda AlDP untuk pendidikan hukum di komunitas. Fokusnya ada pada wilayah-wilayah yang mengalamai keterbatasan akses terhadap keadilan. Dimana pada tempat tersebut kekurangan individu maupun lembaga yang dapat memberikan pengetahuan dan pendampingan hukum. Paralegal menjadi pintu pertama untuk melakukan pendokumentasian dan pendampingan.

Selain itu dilakukan juga pertemuan dengan pemangku kepentingan seperti kapolres, kapolsek, camat termasuk kepala kampung dan tokoh-tokoh setempat lainnya. Tidak semua kasus yang ditemukan diselesaikan melalui proses hukum tapi juga melalui pendekatan dengan berbagai pihak. Dukungan pertama kali untuk program ini berasal dari Mensen met Een Missie dan dilanjutkan dengan dukungan penuh dari Kedutaan Kanada.

Mama Naomi menyatakan bahwa selama ia mengikuti program ini, sekurangnya ada dua kasus hukum di wilayahnya dimana ikut terlibat dalam proses penyelesaian kasus tersebut. Kasus tersebut antara lain adalah pertikaian antara dua suku dari dua kampung berbeda, dimana ia terlibat dalam prosesnya hingga mencapai perdamaian antara kedua kelompok yang bertikai.

mama naomi

Keterlibatan dalam proses penyelesaian kasus lainnya adalah pada kasus pemerkosaan. Selain itu, Mama Naomi bersama kelompok ibu, tengah aktif dalam mendukung pemberlakuan Peraturan Daerah (PERDA) tentang Minuman Keras (Miras) di Kabupaten Keerom. Ini adalah advokasi jangka panjang yang sedang diperjuangkannya.

Ketika dilakukan pertemuan strategis dengan Kapolres misalnya, Mama Naomi menyampaikan sejumlah kasus yang ditemukan di lapangan, termasuk kasus perjudian, miras atau pemalakan juga situasi di lahan kelapa sawit dengan harapan pihak kepolisian dapat melakukan pendekatan persuasif sebelum melangkah ke proses hukum.

Keterlibatannya untuk menjadi paralegal membuat Mama Naomi merasa senang. Ia mengatakan bahwa dirinya sangat senang karena dapat menjalankan aktifitas yang dirasanya bisa memberikan manfaat bagi keluarga besar maupun orang lain di lingkungannya. Menjadi paralegal memberikan pengetahuan serta pengalaman yang berguna untuk dapat dibagi kepada orang lain.

Ia juga semakin menyadari kondisi yang terjadi di dalam keluarga maupun yang terjadi di lingkungan kampung tempat tinggalnya. Atas kesadarannya ini, Mama Naomi juga mengajak ibu-ibu lainnya agar turut aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti ini. Menurutnya, aktifitas seperti ini dapat membuka pikiran orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang hukum. Mama Naomi menyatakan bahwa salah satu yang terpenting adalah dirinya dapat berkomunikasi dengan orang dari berbagai wilayah, sehingga ia bisa mendapatkan informasi mengenai kejadian yang ada di sekitar maupun yang jauh dari jangkauannya.