Ketua KNPB Agus Kosay : Demo Minta Ruang Kebebasan Demokrasi Dibuka

03 Juni 15Wamena – Setelah diamankan sekitar 12 jam tanggal 28 Mei 2015, akhirnya Agus Kosay ketua Umum KNPB dan 2 anggota lainnya yakni Mardi Hiluka dan Frans Hubi dilepas oleh Polres Jayawijaya di Kota Wamena.

Begitu Agus Kosay dkk tiba di Polres Jayawijaya, masyarakatpun berdatangan ke Polres. Selain itu perwakilan dari DPR Kab Jayawijaya dan koalisi LSM yang terdiri dari YTHP, Jaringan HAM dan Advokasi Pegunungan Tengah dan Assisten Pengacara dari AlDP.

Awalnya polisi mengamankan 32 orang pendemo dari 3 tempat dan kemudian memeriksa Agus Kosay, Mardi Hiluka dan Frans Hubi sedangkan yang lainnya dipulangkan sesaat setelah di Polres Jayawijaya.

Koordinasi antara Koalisi LSM dan pihak Polres terus dilakukan untuk memastikan adanya bantuan hukum terhadap mereka yang menjalani pemeriksaan.

Saat ketiganya ditangkap, sedang memimpin demonstrasi di 3 tempat yang berbeda di Kota Wamena yakni di Pasar Baru, di Pasar Misi dan di Pasar Sinakma.

“Kapolres yang langsung memimpin di tiga tempat, saat kami orasi, Kapolres langsung merampas mike dan minta anak buahnya mengamankan kami tanpa negosiasi,”jelas Agus Kosay (29/05/2015).

Polisi menyita bendera KNPB sebanyak 3 lembar, spanduk sebanyak 3 lembar, megaphone 3 unit dan kamera digital 2 unit.

Lanjutnya, “Kami demo meminta ruang demokrasi dibuka dan juga presiden yang akan membuka akses buat jurnalis asing ke Papua”.

Meskipun sempat menjalani pemeriksaan, yang disebut oleh anggota serse sebagai pemeriksaan tambahan namun sekitar pukul 22.30 WIT, Kapolres meminta pemeriksaan dihentikan dan kemudian mengeluarkan ketiga.

“Kami sudah mengeluarkan ketiganya,” Ujar Kapolres Jayawijaya saat bertemu dengan Anum Siregar, SH, MH di Bandara Wamena (29/05/2015).

Menurut Anum Siregar, SH, MH saat pertemuan di Rumah Bina bersama koalisi LSM, pengeluarkan Agus Kosay dkk, belum menjamin bahwa pemeriksaan akan dihentikan karena hingga kini KNPB dan sejumlah aktifis KNPB tetap menjadi target.

“Dari beberapa perkembangan terakhir ini, pesannya jelas, bukan untuk mengatasi gerakan mereka tapi lebih pada menghentikan secara total. Kita berharap polisi tetap bekerja secara profesional” Ujar Anum Siregar.(Tim/AlDP).