Berita

Ketiga Tersangka Terkait UU Darurat, Minta Disidangkan di Wamena

Jayapura-Kepemilikan dan penguasaan atas amunisi(peluru) menjadi salah satu masalah hukum yang kerap muncul dalam tahun ini. Kini sejumlah kasus yang dikenal dengan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 sedang dalam proses di kepolisiaan daerah Papua, baik di Polda ataupun di Polres.

 

Di Wamena, pada awal Juni 2018 Polres Wamena menangkap Eki Wanena alias Andrin Wenda, kemudian Watlarik Hiluka dan Roy Hiluka di 2 tempat terpisah. Barang bukti yang diamankan polisi sekitar 170 butir amunisi.

Dari pemeriksaan di kepolisian, didapati keterangan bahwa peran Eki Wanena, sebagai pihak yang membeli amunisi dari Watlarik Hiluka sedangkan Roy Hiluka yang menghubungkan dan menunjukkan tempat tinggal Watlarik Hiluka yaki di kampung Ibele.

Perjumpaan antara Eki dan Roy pernah terjadi tahun sebelumnya, namun mereka tidak akrab karena tinggal di tempat yang berbeda.

Ketiganya  telah diduga melakukan Tindak Pidana Menguasai, Membawa, menyimpan amunisi tanpa ijin yang sah  sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat(1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (STBL.1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 tahun 1948 tentang Senjata APi dan Bahan Peledak jo Pasal 55 ke-1e KUHPidana;

Sekitar 2 hari setelah kejadian, ketiganya dipindahkan ke Polda Papua di Jayapura dan menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sayangnya pemeriksaan terhadap Watlarik tersendat karena Watlarik yang sudah berusia lanjut, tidak dapat berbahasa Indonesia. Pihak Kepolisian berjanji akan mencarikan penterjemah dan meminta agar tim PH turut menyediakan penterjemah sebagai pembanding , bila pemeriksaan terhadap Watlarik dilakukan.

Kini ketiganya telah menerima perpanjangan penahanan dari Pengadilan Negeri Jayapura.

”Padahal kami sudah menyurat sebanyak 2 kali ke kejaksaan tinggi Papua, agar persidangan mereka di Wamena,s esuai permintaan keluarga,” jelas Yusman Conoras, SH  mewakili tim PH para Tersangka.(07/09/2018).

Ketiganya didampingi Tim PH koalisi yang merupakan gabungan dari PH AlDP (Anum SIregar SH,MH) dan PH lainnya yakni Yance Tenoye SH, Cory Silpa SH, Yusman SH, Welis Doga SH dan Helmi SH.

Hingga saat ini keluarga masih berharap, persidangan terhadap ketiga dilakukan di Pengadilan Negeri Wamena.(Tim/AlDP).