Kesenjangan di Merauke Berpotensi Konflik
Ilustrasi Pulau Yapen

Kesenjangan di Merauke Berpotensi Konflik

Burhanuddin Yusuf , Anggota DPRD Kabupaten Merauke

Merauke-Menurut Burhanuddin Yasin anggota DPRD Kabupaten  Merauke dari  PPP mengatakan masalah kesenjangan di Merauke harus menjadi pemikiran bersama dan dicarikan jalan keluar.

Dirinya merasa ada hal yang perlu diatasi, contoh nyata sehari-hari adalah banyaknya  anak usia sekolah yang tidak lagi bersekolah.(29/08/2012)

Pihaknya menyadari bahwa diam-diam ada jurang yang terbangun antara orang Papua dan non Papua di Merauke. “Saya setuju itu semacam bara dalam sekam, seperti bom waktu yang bisa meledak”.

Dirinya juga menyadari bahwa diantara kelompok pendatang sendiri  tidak memiliki wadah khusus, “ untuk melakukan kepedulian terhadap apa yang terjadi di depan mata kita,’ katanya.

Menurutnya kini hubungan yang harmonis antara pendatang dan Papua mulai terkikis.

Lanjutnya “ Waktu saya kecil dulu, tidak ada gap diantara kami. Kini hampir tak ada lagi saling akrab menyapa, seperti untuk menyapa selamat pagi”.

Hal  yang sama dibenarkan oleh S.Simbolon, katanya dulu ketika mereka akan menyebarang kali, saling melambaikan tangan, sebelum berpapasan, bertemu hingga sampai hilang dari pandangan.”Begitu dekat Papua dan non Papua”.

Diakui, relasi sosial antara pribadi Papua dan non Papua sebelumnya berjalan baik namun beberapa kebijakan dari pemerintah yang kurang tepat diterapkan berimplikasi pada terganggunya relasi social antara masyarakat.

“Seharusnya pemerintah tidak saja menurunkan berbagai kebijakan tapi juga secara sungguh-sungguh memberikan dukungan tehnis dan mendengarkan kebutuhan masyarakat, “lanjutnya.(Tim/ALDP)