Kepala PSPHA Uncen: Persamaan Persepsi Dalam Penangulangan HIV/AIDS Di Papua

Kepala PSPHA Uncen: Persamaan Persepsi Dalam Penangulangan HIV/AIDS Di Papua

Jayapura-Banyak fakta-fakta yang ditemui oleh peneliti, baik peneliti dari luar Papua maupun peneliti-peneliti di Papua dalam mengungkapkan  penyebaran virus HIV/AIDS di papua.

“Penelitian terkait penyebaran virus HIV/AIDS, tidak saja menjadi bagian dari peneliti, namun akademisi dan pemerintah juga perlu berperan dalam penangulangan virus yang mematikan ini,” kata Kepala Pusat Studi Penangulangan HIV/AIDS Uncen Drs.John Rhail.M.Kes di aula FKIP Uncen (20/01/2014).

Kasus HIV/AIDS di Papua terus meningkat, pada September 2013 di Papua  jumlah  kumulatif  kasus HIV/AIDS tercatat 15.577 kasus terdiri dari 6.100 HIV+ dan 9.477 AIDS.

Menurutnya, kumulatif  kasus ini dibandingkan jumlah penduduk di provinsi Papua pada periode yang sama memberikan indikasi tingginya prevalensi HIV di papua dibandingkan wilayah lain di Indonesia, karena tingkat epidemik dan factor-faktor yang mempengaruhinya berbeda.

Jelasnya, “Masalah HIV/AIDS telah menjadi ‘Bencana Sosial’ yang mengancam pembangunan masyarakat dalam berbagai aspek di Papua. Bila tidak optimal dalam penanganannya dapat menjadi ancaman terbesar, terburuk bagi eksistensi masyarakat di Papua”.

Masih menurutnya, kekhawatiran terhadap tingginya angka prevalensi adalah wajar , karena kecenderungan yang nampak dalam temuan kasus-kasus baru, muncul dari daerah pingiran, pedalaman, kampung yang menjadi konsentrasi 70% pemukiman penduduk di papua.

lanjutnya, ” hal ini memberikan indikasi kuat bahwa, pola penularan penyebaran HIV telah merambat, merusak ke populasi umum pada berbagai struktur dan strata kelompok masyarakat. Tanpa memandang status sosial, ekonomi, budaya”.

“Mari bersatu, mari bersama bergandengan tangan dengan meninggalkan ego masing-masing dalam merefleksikan fakta-fakta empiris (dulu dan sekarang) berdasarkan hasil-hasil kajian para pihak, dikaitkan dengan output dari begitu banyak program yang telah dilakukan sebagai implementasi rencana strategis P2HA di Papua secara konprehensif dan berkelanjutan,”Ungkapnya.(RM/AlDP)