Kelpis Wenda Yang Menyuruh Kamori Ambil Pistol

02 juli 15Wamena – Kamori Murib, terdakwa terkait penggunaan senjata tanpa izin, kembali menjalani pemeriksaan di Pengadilan Negeri Wamena. (29/06/2015).

Kamori yang memiliki hubungan karena perkawinan dengan Kelpis Wenda, bertemu dengan Kelpis Wenda pagi hari di Potikelek,Wamena tanggal 9 Desember 2015.

Saat itu Kelpis tidak sendiri akan tetapi ditemani oleh Kendiles Enembe, adik dari Gubernur Papua Lukas Enembe.

Kamori mengatakan bahwa Kendiles yang memanggil motor ojek dan membayar ojek untuk mengantarkan dirinya ke honai laki-laki di kampung Wulundia Lanny Jaya.

“Waktu pulang ada pemeriksaan, saya lihat polisi langsung saya bilang saya menyerah, saya bawa senjata satu, saya siap serahkan,” katanya, namun dirinya langsung ditangkap dan disiksa.

Kamori menjelaskan bahwa tukang ojek yang mengantar dirinya tidak sempat ditangkap dan diperiksa.

“Saya bilang, dia tidak tahu, jadi dia dikasih pergi”.

Kamori ditangkap dan disiksa, dirinya sempat dirawat 2 bulan di RS Bayangkara Jayapura tanpa diketahui pihak keluarga.

Pada persidanganya, Saksi yang memberikan keterangan berasal dari Polri, khususnya anggota Brimob yang menangkap dirinya dan Kelpis Wenda, terdakwa dalam berkas perkara terpisah.

Kelpis Wenda bersama dengan Kamori Murib didakwa melanggar Pasal 1 Ayat(1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Mereka didampingi oleh Penasehat Hukum dari LBH Papua dan AlDP.

Sidang Kamori akan ditunda hingga tanggal 9 Juli 2015 dengan agenda mendengar tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum.(Tim/AlDP).