Kelpis Wenda Mau Serahkan Pistol Karena Janji Gubernur

081515 1Wamena – Kelpis Wenda terdakwa kepemilikan senjata api tanpa izin kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Wamena.(07/05/2015).

Sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi, terpaksa ditunda karena saksi yang rencananya akan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), tidak hadir.

Dalam rilis panggilannya yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Wamena setidaknya terdapat 6 (enam) orang saksi dan 1 (satu) keterangan ahli.

5 (lima) diantaranya berasal dari kepolisian yakni 4 (empat) merupakan anggota Sat Brimobda Polda Papua dan 1 (satu) dari Polres Wamena.

Selain itu terdapat 1 (satu) saksi ahli yang merupakan anggota Gegana Sat Brimobda Polda Papua. Selain itu Kamori Murib terdakwa dengan kasus yang sama juga menjadi dalam berkas perkara yang berbeda.

Kelpis Wenda dituduh memiliki pistol yang akan dijual ke kelompok separatis.

Ketika ditemui di Lapas Wamena usai persidangan, Kelpis mengatakan bahwa pistol itu didapat di dalam honai laki-laki di kampung Wulundia distrik Nema kabupaten Lani Jaya..

“Saya mendapat pistol saat mau pergi ke gereja, saya mau cari alkitab dan ada pistol di bawah rak,” jelas Kelpis.

Kelpis turun ke Wamena dan meminta Kamori mengambil pistol tersebut.

“Pistol rencana akan kami serahkan ke gubernur karena gubernur janji waktu datang ke Lani Jaya akan berikan uang dan pekerjaan kalau ada yang dapat senjata dan kembalikan,” tegasnya.

Kamori yang membawa pistol tersebut kemudian ditangkap saat dilakukan pemeriksaan di Pos SatBrimobda Polda di Pirime.

“Kalau kami mau kasih ke Puron Wenda kenapa kami bawa ke kota Wamena?” katanya di dampingi Kamori Murib.

Kamori Murib bersama Kelpis Wenda didakwa melanggar Pasal 1 Ayat(1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Keduanya disidang dengan berkas perkara yang terpisah. (Tim/AlDP).