Kelpis Wenda dan Kamori Murib Didakwa UU Darurat

040515 2Wamena – Satu lagi kasus terkait senjata api(senpi) disidangkan di Pengadilan Negeri Wamena dengan terdakwa Kelpis Wenda dan Kamori Murib.

Keduanya dituduh memiliki senjata api tanpa ijin yakni berupa pistol selain itu mereka juga dituduh hendak menjual senjata tersebut kepada kelompok bersenjata Puron Wenda.

Senjata itu diambil Kelpis dari orang yang bernama Yendiron Kogoya.

JPU mengatakan bahwa Kelpis menyimpan senjata api laras pendek bertuliskan Pietro Baretta,1(satu) buah magazen senjata api laras pendek jenis pistol dan 2(dua) butir amunisi caliber 9 mm.(27/04/2015).

“Terdakwa Kelpis Wenda menyerahkan senjata api dan amunisi kepada Kamori Murib untuk dijual ke Puron Okiman Wenda selaku pimpinan OPM wilayah BalinggaKabupaten Lani Jaya seharga Rp.3.000.000,” Ujar Filemon Ketaren SH selaku anggota tim JPU.

Usai mendengar pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum(JPU), Kelpis Wenda mengatakan bahwa tuduhan untuk menjual senjata ke Puron Wenda itu tidak benar. Dirinya saat pemeriksaan di kepolisian tidak pernah menyebut hal itu.

Kelpis Wenda bersama dengan Kamori Murib didakwa melanggar Pasal 1 Ayat(1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951. Keduanya disidang dengan berkas perkara yang terpisah.

Majelis Hakim yang terdiri dari hakim ketua Otto Siagian SH dan hakim anggota yakni Andi Muhamad Amin SH dan Rodesman Arianto SH ditunda hingga tanggal 7 Mei 2015 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.(Tim/AlDP).