Kelompok Wanita Tani Waindu Macet

Kelompok Wanita Tani Waindu Macet

Ilustrasi

Yapeb – Pada tahun 2011 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kepulauan Yapen membuat program Kelompok Wanita Tani (KWT) di kampung Waindu. Tujuannya agar warga dapat menghasilkan tanaman yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan harian dan orientasi untuk dijual.

BKP lantas membantu memberikan bibit, alat serta pupuk untuk menunjang program tersebut. Adapun bibit yang diberikan antara lain kacang tanah, kacang panjang, rica, terung, sawi putih, pupuk cair dan bubuk, cangkul, parang, gembor, garu-garu, sekop dan lain-lainnya.

Menurut salah seorang anggota kelompok tani, bibit yang dibagi sering terlambat sehingga ada yang sudah tidak dapat digunakan alias kadaluarsa. Petugas PPL yang diharapkan bisa datang untuk mendampingi warga memberikan ketrampilan  juga tidak kunjung datang sejak bantuan diberikan.

“Padahal ibu-ibu lain sudah menunggu agar PPL bisa segera datang dan memberikan petunjuk kepada kami. Namun tunggu punya tunggu sampai sekarang tidak kunjung datang juga,” Ujarnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Manuel Injoroweri bahwa KWT tidak jalan baik karena tidak didampingi oleh petugas. Masyarakat tidak pernah mendapat penjelasan yang tepat dan benar  juga tidak didampingi pada setiap tahapan.mulai dari persemaian bibit,menanam,merawat hingga memanen.

Selain itu ada hambata internal didalam kelompok tani yang menyebabkan aktifitas menjadi macet. “Mungkin juga karena banyaknya program di kampung yang sedang berjalan dan banyak perempuan ikut terlibat di dalamnya”.

Katanya lagi, banyak program di kampung itu bagus untuk meningkatkan aktifitas dan produktivitas warga asalkan semuanya didampingi karena ada yang merupakan hal baru dengan pola baru yang membutuhkan pendampingan intensif.(04/AIDP)