Kelompok Tani yang Dibentuk Pemerintah Ditinggalkan Nasibnya

Kelompok Tani yang Dibentuk Pemerintah Ditinggalkan Nasibnya

Jayapura – Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya Kampung Nembukrang Sari Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Mathius Waibro menyayangkan tidak adanya perhatian pemerintah dalam hal ini Dinas Perkebunan Kabupaten Jayapura kepada mereka, hal tersebut disampaikan saat tim AIDP Online bertandang ke rumahnya di Kampung Nembukrang Sari. (06/07/2012).

Menurutnya kelompok-kelompok tani yang sudah dibentuk ditinggalkan begitu saja, tidak ada program dan bantuan kepada mereka secara bertahap. “ Kami sudah dibentuk oleh dinas perkenbunan habis itu kami ditinggal begitu saja, jadi untuk apa kelompk ini dibentuk?,” jelasnya kepada Tim Online AIDP.

Di kampung Nembukrang Sari sendiri dibagi menjadi lima kelompok tani terdiri dari tiga puluh orang berdasarkan unit masing-masing. Seperti halnya unit usaha kakao dan lainnya. Selain tidak ada perhatian pemerintah juga Mathius menyayangkan adanya sistem pemerintah yang tidak benar.

Kelompok tani yang sudah dibentuk hanya akan dapat bantuan bila ada kedekatan dengan pemerintah secara individu bukan karena tanggungjawab pemerintah untuk membantu masyarakat. “Ada kelompok yang dibantu tetapi kalau punya kenalan di dinas saja, kalau tidak yang dikasih tinggal begitu saja,” jelasnya sambil kesal.

Menurutnya ke lima kelompok tani yang sudah dibentuk baru pernah mendapat bantuan empat Tangki semprot obat sedangkan satu kelompok tidak mendapat jatah. Bantuan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada sehingga sering tangki tersebut tidak digunakan.

“Tangki dari pemerintah hanya bisa dipakai untuk semprot yang jaraknya rendah saja, sedangkan pohon kakao sudah banyak yang tinggi-tinggi,” jelasnya. Lanjutnya lagi, kami terpaksa membeli tangki sendiri, kalau tangki yang kami pakai bisa digendong dibelakang dan semprotan obatnya bisa menjangkau hingga lima meter sehingga kalau pohon yang tinggi akan terjangkau, ”terangnya. (Tim/AIDP)