Kelas Proteksi di SMA 1 Negeri Arso Diprotes

Kelas Proteksi di SMA 1 Negeri Arso Diprotes

Suasana Pemutaran Film pendidikan Kerjasama YTH dan Yayasan Kampung Halaman Jogja

Arso-Usai pemutaran film pendidikan kerjasama antara Yayasan Teratai Hati Papua(YTHP) dengan Yayasan Kampung Halaman Jogja, dilakukan diskusi di Balai kampung Arso Kota.(14/07/2012).

“Saya tidak mengerti yang dimaksud dengan kelas proteksi dalam system pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Keerom,” ujar Herlina Puhili mengomentari kebijakan pendidikan di Keerom.

Herlina mengatakan adanya pemisahan antara siswa Papua di kelas Proteksi dan siswa pendatang di kelas KSN justru bukan pendekatan pendidikan yang baik. “Mereka seharusnya digabung, bukan dipisahkan,”.lanjutnya lagi.

Di SMA Negeri 1 Keerom memang sedang mempraktekan kelas unggulan untuk siswa Papua dan siswa pendatang yang dipisahkan. Kelas proteksi untuk siswa Papua yang berpotensi dan kelas KSN untuk siswa pendatang yang berpotensi.

Kebijakan ini sudah mendapat banyak protes termasuk dari siswa kelas proteksi maupun siswa KSN. ” Seharusnya kami digabung supaya kami bisa tahu kemampuan masing-masing,” Ujar mereka.

“Kelebihannya hanya jam belajar mereka ditambah dan dikasih makan tapi saya juga dengar guru-guru hanya rajin masuk di kelas KSN daripada kelas proteksi. Selain itu kalau mau dibuat proteksi untuk anak Papua seharusnya bukan di SMA Negeri tapi lihatlah sekolah-sekolah swasta yang muridnya banyak tidak mampu dan datang dari kampung-kampung terpencil,” tegas Herlina.(Tim/AlDP).