Kelapa Sawit Jawaban Untuk Kesejahteraan Masyarakat Yapen?

Yapen-Wacana menanam kelapa sawit sudah bergema di Yapen setidaknya dari awal tahun 2012 sejak PT.Bina Mitra Global (BMG) melakukan sosialisasi di Serui pada Februari lalu. Menurut Ir.Alex Nussy,MM bahwa pembangunan di Yapen saat ini belum terlalu bermanfaat banyak karena itu kelapa sawit hadir untuk menambah kesejahteraan warga. Lukas Mnua salah satu staf Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kepulauan Yapen mengatakan bahwa proyek kelapa sawit akan dibuka diseluruh Yapen dengan luasan areal 24.660 Ha.(15/05/2012).

Julianus Kowela,aktifis Yayasan Pengembangan Lingkungan Hiudp mengatakan sawit memang bermanfaat seperti komoditi pertanian lainnya.Namun pengalaman di banyak tempat seperti di Arso Jayapura atau Prafi-Manokwari tidak berdampak bagi kesejahteraan rakyat. “Justru dengan adanya tanaman sawit telah meminggirkan masyarakat adat dari tanah adatnya,” tambahnya.Selian itu dikhawatirkan tanaman yang ‘rakus air’ ini akan berdampak pada stok air dan kondisi tanah di kampung Kanawa.

Menurut seorang warga, “PT.BMG belum pernah sosialisasi di kampung Kanawa yang mana menjadi tempat ditanamnya sawit di Yapen. Kami tidak tahu dimana akan dibuka lokasinya serta berapa lahan kami yang akan digunakan”. Menurutnya sosiliasasi PT.BMG baru disosialisasi di Serui kepada pemerintah dan berbagai pihak.Sedangkan masyarakat kampung Kanawa tidak diberitahu mengenai rencana perkebunan kelapa sawit di tempat mereka,berapa luas tanah yang digunakan, siapa saja pihak PT.BMG dan dari mana mereka berasal.

Elisa ketua Yayasan Anak Dusun menambahkan,“ Mengapa Pemda mau membuka kelapa sawit, padahal di Yapen sudah ada komoditi unggulan kakao? Seharusnya Pemda memperhatikan kakao karena sudah beberapa tahun ini kakao sudah tidak lagi produksi akibat diserang hama”. Dia mengharapkan pemerintah memperbaiki dulu produksi kakao yang sudah nyata bermanfaat bagi masyarakat dan tidak perlu membuat tanaman baru. (04/AlDP)