Kasus Sasawa, Divonis 3,5 Tahun Penjara

Kasus Sasawa, Divonis 3,5 Tahun Penjara

IMG_3360Sorong-“Perbuatan Para terdakwa menganggu stabilitas keamanan dan meresahkan masyarakat,” demikian salah satu pertimbangan hakim saat memutus sidang Para terdakwa kasus Sasawa, Jimmy Kapanai dkk.

Para terdakwa telah didakwa oleh JPU dengan dakwaan Pertama Pasal 106 KUH Pidana Jo Pasal 53 Ke-1 jo 55 Ayat(1) Ke-1 KUH Pidana Atau Kedua : Pasal 108 Ayat (1) Ke-2 KUH Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUH Pidana Atau Ketiga : Pasal 2 Ayat(1) UU DRT Nomor 12 Tahun 1951.

Artinya para terdakwa pertama dituduh melakukan makar(aanslag),kedua dituduh telah melakukan pemberontakan(opstand) dan ketiga dituduh memliki senjata dan amunisi tanpa ijin.

Dakwaan yang disusun secara alternatif itu menyebabkan JPU dalam uraian Tuntutannya dapat hanya menyebutkan dan membuktikan salah satu dakwaan yang dituduhkan.

“Dalam hal ini JPU memilih untuk membuktikan dakwaan Keduanya saja,” jelas Anum Siregar,salah satu PH dari Jimmy Kapanai dkk.(13/11/2014).

Pada dakwaan itu menuduh Jimmy Kapanai dkk, telah melakukan pemberontakan yakni Dengan Maksud Melawan pemerintah Indonesia, Menggabungkan diri pada gerombolan yang melawan pemerintah Dengan Senjata.

“Perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan sebagai perbuatan pidana dan tidak ada alasan Pembenar maupun alasan pemaaf yang dapat diberikan sehingga para terdakwa harus diberi hukuman,” jelas Rahmat Selang SH, ketua majelis hakim.

Majelis hakim kemudian memutus 3,5 tahun penjara dari tuntutan 4 tahun yang diberikan oleh JPU.

Jimmy kapanai dkk adalah masyarakat sipil di kampung Sasawa yang ditangkap dan diadili saat polisi dan TNI melakukan operasi gabungan untuk menangkap kelompok TPN/OPM Fernando Worabai di kampung Sasawa.(Tim/AlDP).