Kasus Penipuan Terhadap Masyarakat oleh TNI di Web Akan Ditindak Tegas

News

Keerom-Empat orang utusan dari BIN, Intel Kodam Papua dan Korem mengunjungi kediaman Pastor John Jonga, Pr di kompleks Gereja Katolik Arso Kota pada Rabu 09 Mei 2012. Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari Pater John Jonga, Pr, terkait kasus penipuan terhadap warga yang dilakukan oleh anggota satgas perbatasan yang terjadi di Kampung Yuruf, Distrik Web Kabupaten Keerom beberapa bulan lalu. Empat orang mendapat perintah dari Panglima agar turun ke lapangan dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Kasus tersebut sendiri terjadi pada bulan Desember 2011 lalu saat terjadi pergantian Satgas pengamanan perbatasan(Pamtas) di Pos. Anggota dari Satgas (Pamtas) yang akan diganti,mereka menjual barang-barang kepada masyarakat dan mencatat nama masyarakat yang membeli. Namun saat satgas pengganti datang mereka pun mengambil kembali barang-barang tersebut dengan alasan bahwa barang tersebut diambil saja oleh masyarakat.(Lihat website AlDP tanggal 18 Desember 2012)

Karena takut masyarakat pun mengembalikan barang-barang tersebut meski mereka sudah membelinya dengan harga yang mahal. Yance Abar misalnya. Keluarga ini membeli 2 kasur tebal dari tentara dengan harga satu juta rupiah. Lalu saat satgas baru datang,mereka datang ke rumahnya dan mengambil kembali.  Rupanya satgas sebelumnya sudah memberikan daftar nama masyarakat yang membeli.Saat mereka datang, di rumah hanya ada istri dan anak. Tanpa melawan mereka pun mengembalikan kasur tersebut.

Informasi mengenai kasus penipuan ini, diungkapkan kembali oleh Pastor Jhon Jonga, Pr saat bedah buku “Paradoks Papua: Pola-pola Ketidakadilan Sosial, Pelanggaran Hak Atas Pembangunan, dan Kegagalan Kebijakan Affirmatif, Dengan Folus di Kabupaten Keerom” bertempat di Aula STFT pada Sabtu 05 Mei 2012 lalu. Pater John Jonga, Pr juga menyampaikan bahwa ada laporan dari masyarakat di Web bahwa aparat berbisnis, membeli hasil bumi dari masyarakat seperti biji coklat, emas, dan kayu masohi. Tidak hanya itu, masyarakat juga melapor bahwa malam terakhir saat satgas lama akan berangkat, mereka kehilangan biji coklat.Informasi tersebut rupanya telah sampai ke Pangdam XVII Cenderawasih.

Pada acara bedah buku itu Thaha Al Hamid, Sekjed Presidium Dewan Papua(PDP) yang hadir sebagai penanggap menyatakan bahwa kejadian seperti itu bukanlah hal baru, dari dulu selalu saja ada anggota Satgas yang melakukan hal-hal yang melukai perasaan masyarakat di tempat mereka bertugas.(01/AlDP)

Silahkan mengisi komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bagian yang wajib diisi *

*