Kasus Arso, Ketiga Terdakwa Diputus 5 Bulan Penjara

Kasus Arso, Ketiga Terdakwa Diputus 5 Bulan Penjara

Jayapura-Setelah menjalani proses persidangan yang panjang, sejak pertengahan Pebruari 2014, sidang peristiwa kasus Arso tanggal 13 desember 2014, dengan terdakwa Yulianus Borotian(30thn), Petrus Yohanes Tafor(18 thn) dan Wilem Tafor(20 thn) berakhir di pengadilan negeri Klas I A Jayapura.

Majelis Hakim yang terdiri dari Adrianus Infaindan SH sebagai hakim ketua dan Willem Marco Erari SH dan  Joko Waluyo SH,SP.Not.MM masing–masing sebagai hakim anggota telah memutus ketiga terdakwa  telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana “Dengan tenaga bersama di muka umum melakukan kekerasn terhadap barang”. Sebagaimana yang diatur dan diancam pidana sesuai dengan pasal 170 Ayat(1) jo Ayat(2) ke-1 KUHP.

“Ketiga terdakwa dijatuhi dengan pidana penjara masing-masing selama 5(lima) bulan,” ujar hakim ketua, Adrianus Infaindan SH.(13/05/2014).

Putusan ini lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Toman Ramandey, SH yang sebelumnya menuntut mereka 6(enam) bulan penjara.

Para terdakwa langsung menerima putusan tersebut demikian juga dengan JPU maka dengan demikian, ketiga terdakwa akan menghirup udara bebas dalam waktu dekat karena masa penahanan mereka hampir mendekati 5(lima) bulan.

Yulianus Borotian diperkirakan akan keluar lebih dulu pada tanggal 19 Mei 2014, disusul Petrus Tafor pada tanggal 28 Mei 2014 dan Willem Tafor tanggal 5 Juni 2014.

Pada peristiwa tanggal 13 Desember 2013 tersebut telah menewaskan salah satu anggota Polres Keerom yakni Briptu Sudaryo, namun dalam Surat Dakwaannya JPU berpendapat bahwa ketiganya hanya terlibat pada kasus sebagaimana diancam pada pasal 170 Ayat(1) jo Ayat(2) ke-1 KUHP. Selain itu JPU masih menyebut 3(tiga) nama yang berstatus sebagai DPO.(Tim/AlDP)