Jayapura – Ratusan karyawan PT Berkat Cipta Abadi di Merauke kecewa perusahaan tak memberi upah sesuai kerja mereka. Karyawan bekerja menurut kelompok dengan insentif perhari sebesar Rp62 ribu.
“Itu sangat kecil, sementara kita kerja di lapangan panas-panas. Kita minta dinaikan sampai delapan puluh atau seratus ribu perhari,” kata Melkias Basik Basik, karyawan Berkat Cipta Abadi di Jayapura
Ia mengatakan, selama enam bulan bekerja di lahan pembibitan, tak pernah seharipun ia absen. “Tapi ini kerja fisik. Iya, uang itu pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” kata pria 27 tahun itu.
Menurut dia, selayaknya perusahaan membayar gaji sesuai ketentuan perundang undangan. Dengan hanya menerima Rp62 ribu/hari, dalam sebulan Melkias mendapat upah rata-rata Rp1,8 juta. Sementara apabila disetarakan dengan gaji para petinggi perusahaan, berbeda jauh dibawah. “Ini yang buat kita kecewa, kita minta ada penaikan,” ucapnya.
PT Berkat Cipta Abadi bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit. Selain BCA, ada juga PT Korindo Tunas Sawaerma, PT Bio Inti Agrindo, dan PT Papua Agro Lestari. PT Korindo misalnya mempekerjakan hingga ribuan karyawan dengan luas lahan sawit puluhan ribu hektar. Korindo adalah perusahaan patungan Korea dan Indonesia yang menguasai lahan antara Kabupaten Boven Digoel dan Merauke.
Neles Tuwong, aktivis Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke menambahkan menjadi tanggungjawab perusahaan memberi kesejahteraan bagi karyawan. “Ini adalah masalah sendiri yang perlu diatasi. Saya kira pemilik tanah perlu mendapat porsi yang lebih besar,” ucapnya. (JO/Jayapura)
Pingback: MIFEE: Recent News Reports
Pingback: MIFEE: Latest News Reports « West Papua Media Alerts