Kapasitas Dan Dukungan Buat Panwaslu Masih Terbatas

Kapasitas Dan Dukungan Buat Panwaslu Masih Terbatas

Timika-Sebelum pelaksanaan Pilkada, seharusnya berbagai jenis kampanye pasangan calon sudah tidak boleh dimunculkan secara umum, baik baliho maupun poster-poster kecil. Namun di Timika, hingga hari pelaksanaan, masih banyak baliho atau spanduk dar i11 kandidat  diruas-ruas jalan utama hingga di kampung-kampung.

“Sebelum penetapan nomo rurut, masih ada 14 pasangan calon sudah ada pertemuan dengan KPU, Panwaslu dan Pemda agar tidak boleh dipasang sebelum waktunya dan harus diturunkan sesuai dengan jadual yang sudah ditetapkan,” Ujar Agustinus Roya.(10/10/2013).

Namun, kondisi itu hanya berlangsung sesaat, sebab tak lama lagi, segala atribut kampanye berkibar kembali.

“Tiga hari sebelum pelaksanaan kami sudah lakukan penertiban, disterilkan tapi memang tidak bisa semua di turunkan. Ada yang dicegah oleh pendukungnya saat akan diturunkan. Ada yang sudah diturunkan, besoknya dipasang lagi”.

Dirinya mengakui keterbatasannya yang dimiliki olehPanwaslu, mulai dari sumber daya yang terbatas hingga minimnnya dukungan dana dari pemerintah daerah.

“Pengawasan tidak maksimal. Misalnya untuk 1 TPS, menurut aturan ada 1 sampai 5 orang pengawas, tapi kalau seperti di Distrik Mimika Baru ada 107 TPS, bagaimana mengawasi semuanya?”, katanya balik bertanya.

Roya juga menegaskan soal   yang terkesan diskriminatif bagi Panwaslu dan sangat berbeda dengan alokasi anggaran yang diterima oleh KPU.

Sehingga menurutnya untuk memperbaiki pengawasan di Pemilu, harus memperhatikan sumber daya manusia dan alokasi anggaran di APBD.

“Bentuk hibahnya harus jelas, soalnya selama ini hibah yang terjadi selalu didasari dengan proses negosiasi apalagi jika calonnya incumbent,” katanya.(Tim/AlDP).