Berita

Kapan Sekolah Lagi?

PAUD Muslimat Abreso di Manokwari, Papua Barat

Manokwari – Komunitas Papua muslim Kampung Abreso, Manokwari, Papua Barat, memiliki sebuah kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namanya; PAUD Muslimat Abreso. Berdiri pada tahun 2006.

Kelas PAUD Abreso awalnya dilaksanakan pada sebuah bangunan milik ketua RT 1 Kampung Abreso. Namun kemudian dipindahkan ke sebuah kios berukuran 2,5 x 5 meter. Murid PAUD Abreso sebanyak 20 orang. “Tentu saja sangat sempit dan sudah tidak memungkinkan untuk aktifitas murid,” kata Mia Wariori, pengelola PAUD, pekan lalu.

Ruang PAUD yang letaknya ditepi jalan raya Manokwari – Bintuni, membuat sebagian orang tua serta pengelola PAUD khawatir dengan keselamatan murid. “Kalau kita menghendaki negara berkembang maka harus dimulai dengan pendidikan anak, tapi bagaimana kalau pendidikan anak seperti ini?” tanyanya.

Awalnya, PAUD Abreso didampingi Mia dan dua rekannya. Selang beberapa lama, dua lainnya mengundurkan diri.

Guru-guru PAUD, kata Mia, bekerja sukarela dan dengan insiatif sendiri. “Kalau kami dengar ada kegiatan, kami turun ke Manowari walaupun tidak ada yang menanggung biaya, kami datang karena kami yakin dapat ilmunya,” kata Mia.

Setelah beroperasi beberapa lama, PAUD Abreso mulai meredup. Biaya operasional PAUD hingga Mei 2012, ditutup. Minim anggaran jadi penyebab.

Pada tahun-tahun awal berdiri, anggaran PAUD dibantu oleh dinas Pendidikan dan Pengajaran. Dana sebesar  Rp25 juta digunakan untuk membeli bahan mainan, alat peraga dan menggaji honor guru. “Anak-anak kadang datang ke rumah dan tanya; bu guru kapan sekolah lagi, saya hanya bisa menangis dan berharap ada pihak yang mau membantu,” ucapnya.

Kebutuhan utama PAUD saat ini adalah biaya untuk membangun satu ruang permanen. “Tanah sudah ada yang bersedia mewakafkan, tinggal biaya untuk bangunan saja,” pungkasnya. (Tim/AlDP)