Kantor Tata Kota sosialisasi Perda Retribusi Persampahan

TPA Sarwandori Yapen

Yapen-Walau tidak dianggarkan dalam DPA Tata Kota tahun ini, namun karena kebijakan internal sehingga acara sosialisasi Perda No.10 tahun 2012 tentang Retribusi persampahan bisa dilakukan. Demikian dikatakan kepala Kantor Tata Kota, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran C.H Marani, S.Sos M.Si.

Sosialisasi dilakukan antara Kantor Tata Kota melibatkan DPRD Yapen serta pedagang yang berjualan di pasar Inpres dan Tradisional Serui(12/06/2012). Menurutnya sosialisasi ini penting,bukan soal uang seribu rupiah, ” tapi ini soal pengetahuan dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman warga,” tambah Marani dengan tegas.

Pada Perda lama (No.12 tahun 2009) diatur bahwa golongan I membayar Rp 1.000 sekarang menjadi Rp 2.000. golongan II dari Rp 2.000 menjadi Rp 5.000 dan golongan III dari Rp 5.000 menjadi Rp 10.000. “Kami ingin agar warga juga berpartisipasi aktif dalam pembangunan khususnya dalam hal penanganan persampahan di Serui”.

Dalam acara sosialisasi itu warga meminta agar ada penambahan tempat-tempat sampah (bak-bak) untuk memudahkan saat proses pembuangan maupun pengangkutannya. “Diharapkan setelah sosialisasi dilakukan maka penertiban retribusi sampah yang akan dibantu Satpol PP sudah akan dilakukan di Serui, kata Marani

Menurut CH Marani, didalam UU No.14 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah menjadi tugas Pemda untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan. Namun seharusnya tidak semuanya  menjadi tanggung jawab Pemda. “Permen LH No.33 tahun 2010 menyebutkan peran serta warga masyarakat dalam pengelolaan sampah juga dibutuhkan karena itu ke depan dari kantor Tata Kota akan membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) agar bisa bersama-sama membantu mengelola persampahan di Serui”.(04/ALDP)