Berita

Kantor Polsek Muting Ditinggal Tanpa Perawatan

Kantor Polsek Muting di Merauke

Merauke–Kantor Kepolisian Sektor Distrik Muting di Merauke, ditinggal mubasir. Bangunan seluas kurang lebih 30 meter itu kini telah dipenuhi rumput tebal. Ironisnya, Polsek tersebut berdekatan dengan kantor distrik yang terawat bagus.

“Kurang tahu, ini kan bukan tugas kita membangun, untuk sementara kantor Polsek dipindah ke tempat lain. Kita punya beberapa petugas, tapi yang aktif hanya satu orang,” kata Kepala Distrik Muting, Merse Mahuze, belum lama ini.
Menurutnya, meski tanpa banyak personil, kondisi keamanan di Muting normal dan bisa dikendalikan. “Disini ada Kopassus, ada juga pos TNI, walau di dekat perbatasan, tapi kita aman saja,” ujarnya.
Pengamanan di daerah perbatasan mutlak dijaga. Secara garis besar, Muting berbatasan dengan Distrik Kurik di bagian selatan, Elikobel di Timur dan Ulilin di Utara. Kawasan Muting yang berdekatan dengan Papua New Guinea merupakan salah satu daerah perbatasan paling sibuk di Merauke. “Kalau kita tidak tahu batas wilayah pemerintahan, bisa saja orang PNG mengklaim beberapa hektar wilayahnya mereka, itu kan fakta bahwa ada patok batas yang sudah lari jauh dari seharusnya,” katanya lagi.
Jumlah penduduk Kota Muting kurang lebih 919 jiwa. Secara keseluruhan, Distrik Muting memiliki sebanyak 5307 penduduk. Distrik Muting terdiri dari 12 kampung dengan jarak antar kampung saling berjauhan. Untuk ke kampung Selow misalnya, dibutuhkan hingga dua jam perjalanan. “Bahkan ada yang harus menggunakan perahu, ini masalah di daerah pedalaman,” kata Merse.
Ia menambahkan, tingkat kriminalitas di Muting tak setinggi di Kota Merauke. “Beberapa kejadian bisa ditangani kepolisian. Kita disini aman, kalau ada salah paham, ya diselesaikan secara kekeluargaan.”
Kantor Polsek Muting sendiri kurang lebih setahun tak ditempati. Beberapa perabotan dan kaca jendela bahkan sudah pecah. Bangunan itu kini dijadikan tempat bermain anak. “Biasanya juga ada aktivitas di kantor itu, tapi jarang,” kata Marthina Mahuze, staf Distrik Muting.

Baginya, pengamanan di Kota Muting tak perlu membutuhkan banyak polisi. Jumlah aparat yang besar hanya akan membuat masyarakat takut. “Cukup satu atau dua saja. Kalau banyak nanti repot,” ucapnya. (02/AlDP)