Kampung Sasawa Tempat Ferdinan Worabai, Tidak Ada Aparat Kepolisian

Kampung Sasawa Tempat Ferdinan Worabai, Tidak Ada Aparat Kepolisian


Sorong
-Saat pemeriksaan 7 orang terdakwa kasus Kampung Sasawa Serui, muncul beberapa pernyataan yang menarik baik dari majelis hakim maupun para terdakwa.

Misalnya ketika dengan lugu terdakwa menceritakan bahwa di kampung Sasawa, distrik Kosiwo kabupaten Yapen, tempat Ferdinan Worabai berada tidak ada aparat polisi dan TNI.

“Polisi tidak ada?” tanya Rahmat Selang SH, ketua majelis hakim

“Tidak ada,” jawab terdakwa Jimmy Kapanai

“Babinsa, Koramil, tidak ada?” hakim Rahmat bertanya kembali

“Tidak ada,” jawab terdakwa Jimmy Kapanai

Kemudian saat terdakwa Septinus Worarai menjelaskan bahwa yang disebut latihan baris berbaris dengan menggunakan kayu dilakukan di jalan raya di tengah-tengah kampung/perumahan, maka makin tergambar kondisi kampung Sasawa, khususnya masyarakat yang sulit untuk menghindar dari pengaruh Feerdinan Worabai dan kelompoknya.

“Kegiatan konferensi dilakukan dimana?”, Anum Siregar, PH para terdakwa ikut bertanya. Maksud dari konferensi adalah kegiatan KTT yang dilakukan oleh Ferdinan Worabai.

“Di SMP Negeri di kampung,”jawab Septinus

Para terdakwa tidak mengetahui struktur dari kelompok TNP/OPM pimpinan Ferdinan Worabai tetapi semuanya mengetahui bahwa kelompok yang ada di kampung Sasawa adalah pimpinan Ferdinan Worabai.

Ketika terjadi operasi gabungan tanggal 1 Pebruari 2014, Ferdinan dan kelompoknya melarikan diri sedangkan mereka ditangkap kemudian dikenakan pasal terkait UU darurat dan makar.

Persidangan kemudian ditunda pada senin depan tanggal 6 Oktober 2014 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU.(Tim/AlDP).