Kampung Kamdera Jauh Dari Pendidikan

Kampung Kamdera Jauh Dari Pendidikan

Demta – “Untuk memenuhi mutu dan pelayanan pendidikan,memberikan pengetahuan bagi anak-anak SD dan SMP satu atap dikampung Kamdera terpaksa kami pemerintah kecil ditingkat kampung dan masyarakat dengan keputusan bersama mengalokasikan dana pendidikan dari dana pembangunan, baik dari dana pemberdayaan kampung dan dana Respek kita alokasikan ke dana pendidikan dan menggaji guru honor yang mengajar dan mendidik anak-anak kami ,”ucap Kepala Desa Kamdera Distrik Demta,Yonatan Daisiu (29/03/2012).

Menurutnya,mereka mendengar ada dana pendidikan berupa dana BOS dari provinsi untuk dikota dan kabupaten ,termasuk dana bagi masyarakat yang kurang mampu, sekolah gratis, dan lain sebagainya namun hanya untuk di sekitar kota dan kabupaten. “Nyatanya kami di kampung membutuhkan biaya sekolah termasuk bayar gaji guru  yang mengajar, kami berharap  pemerintah bisa melihat kami dari segi pendidikan untuk anak-anak kami, karena mereka yang nantinya menjadi orang yang mengantikan kami untuk memimpin kampung maupun kampung orang lain di distrik Demta,”pintanya.

Yonathan Daisiu berharap pemerintah harus kembali ke fungsinya untuk melayani masyarakat,melihat apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang sebenarnya harus dilakukan oleh Pemerintah. Pemerintah tidak perlu membuat program-program yang mengataskan nama masyarakat yang nyatanya tidak terealisasikan dengan baik sehingga hanya ucapan saja.Apalagi dari kampung mereka mendengar banyak sekali dana yang turun untuk pendidikan khususnya bagi masyarakat asli Papua di era Otsus ini.Kampung-kampung yang didominasi  oleh orang asli Papua pun di’catut’ untuk mendapatkan dana yang cukup besar. Yanothan menyetir satu ungkapan“ murah dimulut berat di timbangan”.

“Di kampung kami, kami tidak mengenal yang namanya dana pendidikan, dana kesehatan seperti Jamkesmas, Jamkesda, Jamkespa yang memang tidak ada”,katanya. Lanjutnya,”Untung kami ditolong dengan adanya Dana Respek  dan pemberdayaan kampung  yang sebagiannya kami gunakan untuk membangun kampung dan membiayai anak-anak kami yang masih SD, SMP, SMA bahkan diperguruan tinggi ,termasuk menggaji guru yang yang mengajar anak kami,”ungkapnya.

Pemerintahan kampung Kamdera berharap pemerintah dapat berlaku adil dan melihat kondisi kampung mereka,mereka membutuhkan bantuan untuk pendidikan sebab kian hari usia sekolah bertambah dan kebutuhan hidup semakin meningkat sehingga tidak hanya institusi pelayanan pendidikan di kampung yang membutuhkan  bantuan namun orang tua siswa juga membutuhkan bantuan pendidikan buat anak mereka.(03/AIDP).