Kampanye Melawan Lupa Menuju Pilpres 2014 di Papua

Kampanye Melawan Lupa Menuju Pilpres 2014 di Papua

Jayapura-Menindaklanjuti agenda Koalisi LSM di tingkat nasional yang mengkampanyekan Gerakan Melawan Lupa, maka Imparsial, SKPKC FP dan AlDP menyelenggarakan Diskusi Publik di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Kab Keerom. Diskusi diawal di  Desa Besum distrik Kemtuk kabupaten Jayapura.

“Di tengah akan dihelatnya Pilpres 2014, pertanyaan mengenai masa depan penegakan hak asasi manusia ini tentunya menjadi sangat penting. Dengan kata lain, sejauhmana pemerintahan hasil Pemilu ini bisa mendorong perubahan dan perbaikan kondisi hak asasi manusai di Indonesia. Pasalnya, persoalan hak asasi manusai yang dihadapi oleh Indonesia di dalam negeri semakin berat dan massif dari tahun ke tahun, “ demikian jelas Poengky Indarti Direktur Imparsial yang bertindak sebagai narasumber.(16/06/2014).

Lanjutnya, “Persoalan lama tidak kunjung selesai dan tuntas, sementara kasus-kasus baru malah bermunculan. Tidak hanya kaitannya dengan pelanggaran hak-hak sipil dan politik, tetapi juga yang kini krusial di bidang ekonomi sosial dan budaya”.

“Mulai dari kasus-kasus penghilangan paksa, Trisakti, Semanggi I dan II, Kerusuhan Mei, dan lain sebagainya. Khususnya di Papua, kasus kekerasan terjadi hampir setiap hari. Kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu di Papua antara lain kasus Mapenduma, kasus Wasior-Wamena, dan penembakan-pembakan di Timika masih terkatung-katung. Padahal, korban atau keluarga korban masih terus menunggu proses penyelesaiannya”.

Dirinya menyadari bahwa tren politik ekonomi memunculkan berbagai kasus baru. Kekerasan terhadap masyarakat sipil  apalagi kasus-kasus yang terjadi dalam konteks konflik sumber daya alam, juga masalah hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pembangunan yang lebih baik dan pengalihan status  hak atas tanah.

“Kini masalah di Papua semakin kompleks, baik yang dihadapi oleh orang Papua tetapi juga yang dihadapi oleh penduduk di Papua pada umumnya”.

Setelah penyampaian dari Poengky Indarti, peserta antusias menyampaikan permasalahan dan juga pertanyaan. Selain peongky Indarti, hadir sebagai narasumber adalah Yusak Reba didampingi dengan Bruder Edy OFM dari SKPKC FP dan Anum Siregar dari AlDP berserta staff kedua LSM tersebut. Diskusi kemudian dilanjutkan pada  Distrik Nembukrang, masih di kabupaten Jayapura.(Tim/AlDP)